Breaking News
light_mode

Di Tengah Plafon Rapuh dan Atap Patah, Siswa SDN 1 Krawangsari Tetap Berjuang Meraih Cita-Cita

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

LAMPUNG SELATAN, INC MEDIA — Revitalisasi SDN 1 Krawangsari menjadi kebutuhan mendesak. Di tengah semangat guru mendidik dan anak-anak mengejar cita-cita, kondisi bangunan sekolah di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, justru memprihatinkan. Plafon mulai rapuh, sejumlah bagian atap dilaporkan patah, sedangkan dinding bangunan mulai keropos dan terkelupas.

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan keindahan gedung. Kerusakan bangunan berpotensi mengancam keselamatan siswa, mengganggu kenyamanan belajar, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila ruang kelas tidak memenuhi standar kebersihan dan kelayakan lingkungan pendidikan.

Di balik meja belajar dan papan tulis, ada anak-anak yang datang ke sekolah untuk membangun masa depan. Mereka berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan layak. Jangan sampai semangat mereka untuk belajar harus berhadapan dengan bangunan yang membutuhkan penanganan segera.

SDN 1 Krawangsari Butuh Revitalisasi demi Keselamatan Siswa

Kerusakan plafon, atap, dan dinding harus menjadi perhatian serius pihak terkait. Apalagi, ruang kelas digunakan setiap hari oleh siswa dan guru untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Plafon yang rapuh berpotensi menjatuhkan material ke dalam ruangan. Sementara itu, atap yang patah dan mengalami kebocoran dapat membuat air masuk ke kelas ketika hujan. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kelembapan, merusak perlengkapan belajar, serta mengganggu konsentrasi siswa.

Dinding yang keropos dan terkelupas pun memerlukan pemeriksaan teknis. Tingkat kerusakan harus dinilai oleh tenaga yang kompeten untuk memastikan apakah bagian bangunan masih aman digunakan atau membutuhkan pembatasan aktivitas hingga perbaikan selesai.

Karena itu, revitalisasi tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pembangunan fisik. Program tersebut merupakan langkah penting untuk melindungi keselamatan peserta didik dan memastikan hak mereka memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang layak.

Jika ditemukan bagian bangunan yang berisiko, pihak sekolah dan instansi berwenang perlu segera melakukan pengamanan sementara. Pemeriksaan kondisi struktur, plafon, dan atap juga penting agar penanganan dilakukan berdasarkan tingkat bahaya dan kebutuhan nyata di lapangan.

Guru Tetap Mengajar, Siswa Tetap Berjuang Meraih Cita-Cita

Di tengah keterbatasan sarana, kegiatan pendidikan di SDN 1 Krawangsari tetap berjalan. Para guru terus mendampingi siswa, mengembangkan kreativitas pembelajaran, serta membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah.

Anita Arfenia Putri, perwakilan wali kelas 2 SDN 1 Krawangsari, mengapresiasi kinerja para guru yang dinilainya telah menjalankan tugas dengan baik.

“Menurut saya, guru-gurunya alhamdulillah luar biasa, bagus, baik, kinerjanya bagus, dan sangat kreatif,” katanya kepada NU Media Jati Agung, Senin (5/10/2026).

Sekolah juga menjalankan kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, silat, dan tari. Selain itu, siswa mengikuti pembiasaan keagamaan berupa salat dhuha, salat dzuhur, serta mengaji sebelum pembelajaran.

Semua kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bukan semata-mata tentang bangunan. Ada dedikasi guru, dukungan orang tua, dan harapan anak-anak yang terus tumbuh di dalamnya.

Namun, semangat itu seharusnya mendapat dukungan fasilitas yang memadai. Guru membutuhkan ruang yang layak untuk mengajar, sedangkan siswa membutuhkan tempat yang aman untuk belajar tanpa dihantui kekhawatiran terhadap kondisi bangunan.

Kerusakan Ruang Kelas Menjadi Keluhan Wali Murid

Anita juga menyampaikan bahwa sejumlah ruang kelas membutuhkan perbaikan, terutama kelas 1, kelas 2, dan kelas 3.

“SD Negeri 1 Krawangsari perlu banyak perbaikan. Kelas 1, kelas 2, kelas 3 itu gedungnya banyak yang rusak, terutama genteng-gentengnya, atapnya itu pada bocor dan dinding-dindingnya banyak yang rusak. Untuk yang terkait, saya mohon untuk diperbaiki,” ujar Anita.

Keluhan tersebut memperlihatkan bahwa pembenahan fasilitas menjadi kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.

Yeni, wali murid yang memiliki anak di kelas 4 dan kelas 2, juga menilai proses pembelajaran dan aktivitas pendidikan sudah berjalan dengan baik. Namun, ia berharap kondisi fisik bangunan segera diperbaiki.

“Menurut saya sih bagus, cuma ya itu di sini kita mau membahas tentang pembangunannya. Kalau masalah di dalamnya itu tentang pelajaran, tentang aktivitas semua bagus. Cuma ya itu, tinggal kita memperbaiki keadaan sekolahnya,” ungkap Yeni.

Yeni bahkan menilai perkembangan sekolah telah mencapai sekitar 90 persen. Menurutnya, pembenahan fasilitas menjadi bagian penting untuk melengkapi perkembangan tersebut.

“Ada, yaitu 90%. 100-nya mungkin tentang pembangunan. Kalau tentang pelajaran, tentang kegiatan, tentang semuanya sudah 90%, tinggal dibarengin dengan pembangunannya, itu aja,” ujarnya.

Harapan orang tua itu sederhana: anak-anak dapat belajar dengan nyaman, guru dapat mengajar dengan tenang, dan sekolah memiliki fasilitas yang mendukung masa depan peserta didik.

Mengapa Revitalisasi SDN 1 Krawangsari Harus Menjadi Prioritas?

Ada sejumlah alasan kuat mengapa perbaikan SDN 1 Krawangsari perlu mendapat perhatian dan penanganan segera.

Pertama, keselamatan siswa tidak boleh ditawar. Kerusakan plafon dan atap membutuhkan pemeriksaan teknis. Jika ditemukan potensi bahaya, pengamanan harus dilakukan tanpa menunggu proses revitalisasi selesai.

Kedua, lingkungan belajar yang sehat merupakan kebutuhan dasar. Kebocoran, kelembapan, debu, dan material bangunan yang terkelupas dapat mengganggu kenyamanan. Dampak kesehatan harus dinilai berdasarkan kondisi nyata, tetapi risiko yang dapat dicegah tidak boleh diabaikan.

Ketiga, kegiatan belajar harus berlangsung secara optimal. Ruang kelas yang rusak dapat mengganggu konsentrasi siswa, terutama ketika hujan atau saat kondisi ruangan tidak nyaman.

Keempat, pemerataan kualitas pendidikan perlu diwujudkan. Anak-anak di sekolah mana pun berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak. Keterbatasan kondisi bangunan tidak semestinya menjadi hambatan bagi mereka untuk belajar dan berkembang.

Kelima, perbaikan sejak dini dapat mencegah kerusakan semakin meluas. Pemeriksaan dan penanganan yang tepat berpotensi mengurangi risiko kerusakan lanjutan serta membantu menentukan kebutuhan anggaran berdasarkan kondisi bangunan yang sebenarnya.

Atas dasar itu, instansi terkait perlu menempatkan keselamatan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan urutan penanganan. Bagian bangunan yang paling berisiko harus diperiksa dan diamankan terlebih dahulu.

Pengajuan Revitalisasi Menunggu Tindak Lanjut

SDN 1 Krawangsari sebelumnya telah mengajukan bantuan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Berdasarkan pemberitaan NU Media Jati Agung pada 9 Oktober 2026, pengajuan tersebut telah memasuki tahap verifikasi berkas tahap II.

Tahapan administrasi itu menjadi bagian dari proses pengajuan bantuan. Namun, kebutuhan perbaikan fisik di lapangan tetap memerlukan perhatian selama proses tersebut berlangsung.

Pihak terkait diharapkan dapat menindaklanjuti pengajuan sesuai ketentuan, memverifikasi tingkat kerusakan, serta memastikan kebutuhan perbaikan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.

Anita juga berharap revitalisasi dapat mencakup penambahan fasilitas pendukung pendidikan.

“Harapan saya, saya ingin yang terkait menambahkan fasilitas gedung seperti UKS, musala, perpustakaan, dan fasilitas-fasilitas yang lain, seperti perbaikan gedung di setiap kelasnya,” ujarnya.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan sekolah bukan hanya menyangkut perbaikan atap dan dinding. Sekolah juga memerlukan fasilitas penunjang agar siswa memperoleh lingkungan pendidikan yang lebih lengkap.

Jangan Biarkan Harapan Anak-Anak Tertunda

Revitalisasi SDN 1 Krawangsari kini menjadi harapan guru, orang tua, dan siswa. Mereka telah berusaha menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan meskipun kondisi bangunan membutuhkan pembenahan.

Tidak ada yang lebih menyentuh daripada melihat anak-anak tetap datang ke sekolah demi masa depan, sementara ruang tempat mereka menuntut ilmu masih memerlukan perhatian serius.

Mereka tidak meminta gedung yang mewah. Mereka membutuhkan ruang kelas yang aman, atap yang tidak bocor, plafon yang tidak mengancam, serta dinding yang layak untuk mendukung kegiatan belajar.

Pemerintah dan instansi terkait diharapkan segera memberikan perhatian sesuai kewenangan dan hasil verifikasi. Apabila ditemukan bagian bangunan yang membahayakan, langkah pengamanan tidak boleh ditunda hanya karena proses administrasi masih berlangsung.

Sebab, pendidikan yang berkualitas tidak cukup hanya ditopang oleh guru yang berdedikasi dan siswa yang bersemangat. Pendidikan juga membutuhkan lingkungan yang aman dan layak.

Menyelamatkan ruang belajar berarti menjaga keselamatan anak-anak. Memperbaiki sekolah berarti ikut menjaga harapan mereka untuk meraih masa depan.

Kini, masyarakat menantikan tindak lanjut nyata agar SDN 1 Krawangsari dapat menjadi tempat belajar yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

(Sumber informasi awal: NU Media Jati Agung. Naskah diolah dan dikembangkan oleh Redaksi INC MEDIA.)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 35 Petugas KPPS Desa Mulyosari Dilantik

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC Media, Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2024 semakin dekat. Salah satu elemen penting dalam proses demokrasi ini adalah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). KPPS adalah petugas yang memiliki peran krusial dalam pelaksanaan Pilkada disetiap Tempat Pemungutan Suara  (TPS). Kali ini, Petugas Pemungutan Suara (PPS) Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, melantik dan mengambil […]

  • Revitalisasi SDN 1 Sinar Petir: Kepsek Bantah Material Tak Sesuai, Dinas Pendidikan Diminta Buka Pengawasan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TANGGAMUS, INC MEDIA — Polemik revitalisasi SDN 1 Sinar Petir Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mendapat tanggapan langsung dari Kepala SDN 1 Sinar Petir, Haitomi, S.Pd. Ia membantah adanya persoalan terkait spesifikasi material maupun keterbukaan informasi anggaran dalam proyek revitalisasi senilai Rp971.932.665 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Klarifikasi tersebut disampaikan Haitomi kepada wartawan […]

  • Swasembada Bawang Putih: Satgas Pangan Polri Perluas Lahan Tanam di Sembalun hingga 534 Hektare

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lombok Timur, INC MEDIA – Swasembada bawang putih terus menjadi fokus penguatan ketahanan pangan nasional. Satgas Pangan Polri menunjukkan komitmen nyata dengan memperluas pengembangan budidaya bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program yang dimulai dari skala terbatas kini berkembang pesat dan menjadi salah satu contoh kolaborasi strategis antara Polri […]

  • Mendes PDT : Swasembada Pangan Harus Mulai dari Desa

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta , INC MEDIA — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto ingin desa bisa swasembada pangan dan energi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia emas 2045. Sebab pangan adalah kebutuhan pokok sehingga penting bagi setiap negara termasuk Indonesia untuk bisa memenuhinya dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki tanpa harus impor dari negara lain. […]

  • Menkes Budi Gunandi Tekankan Puskesmas Wajib Lakukan Skrining Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Nasional, INC MEDIA — Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa puskesmas wajib melakukan skrining kesehatan guna mengetahui faktor risiko penyakit, khususnya stroke dan jantung. Menkes mengatakan kasus penyakit stroke dan jantung di Indonesia sangat tinggi, di mana pasien meninggal akibat stroke mencapai 300 ribu orang per tahun dan jantung 250 ribu orang […]

  • Lampung Siap Jalankan Putusan MK: Pendidikan Dasar Gratis di Sekolah Negeri dan Swasta

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INCMEDIA — Kabar gembira bagi masyarakat Lampung! Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyatakan kesiapan penuh dalam menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan pemerintah membiayai pendidikan dasar secara gratis, baik di sekolah negeri maupun swasta. Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa pihaknya siap melaksanakan putusan tersebut. Ia menunggu […]

expand_less