Minggu Kasih di Gereja Methodist, Kapolda Aceh Ajak Jemaat Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 37 menit yang lalu
- print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengajak masyarakat memperkuat toleransi antarumat beragama, bijak menggunakan media sosial, dan berperan aktif menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan Minggu Kasih bersama sekitar 100 jemaat Kristiani di Gereja Methodist Indonesia, Kota Banda Aceh, Minggu (25/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh diwakili Karo Log Polda Aceh Kombes Pol. Aldinar R. J. Hanter Manurung, S.H., S.I.K., M.Si. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.
Hadir pula Pendeta Megi selaku pemimpin ibadah, Kabag Binopsnal Ditbinmas Polda Aceh beserta staf, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. Teguh Priyambodo Nugroho, S.I.K., Kapolsek Kuta Alam, serta personel kepolisian terkait.
Dalam sambutan Kapolda yang dibacakan Karo Log, disampaikan apresiasi atas terselenggaranya Minggu Kasih. Kegiatan ini dinilai menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat demi mendukung terciptanya situasi keamanan yang aman dan kondusif.
Kapolda Aceh Ingatkan Bahaya Hoaks di Media Sosial
Salah satu pesan utama dalam kegiatan tersebut adalah kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks atau berita bohong. Informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman, menimbulkan keresahan, dan merusak hubungan sosial apabila langsung disebarluaskan.
Risiko itu semakin besar ketika informasi menyangkut agama atau identitas kelompok. Narasi yang keliru dan provokatif berpotensi memperlebar perbedaan serta mengganggu kerukunan yang telah terbangun di tengah masyarakat.
Karena itu, Kapolda Aceh mengajak jemaat dan seluruh masyarakat menerapkan prinsip “saring sebelum sharing”. Setiap informasi perlu diperiksa kebenaran dan sumbernya sebelum dibagikan kepada orang lain.
Masyarakat juga diimbau tidak mudah terpancing provokasi serta tidak ikut menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya. Sebaliknya, media sosial perlu dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat, menyebarkan pesan perdamaian, dan memperkuat persaudaraan.
Literasi digital menjadi bagian penting dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Sikap bertanggung jawab saat menerima dan membagikan informasi dapat membantu mencegah kesalahpahaman yang berpotensi berkembang menjadi konflik sosial.
Toleransi dan Dialog Jadi Kunci Menjaga Kamtibmas
Selain mengingatkan bahaya hoaks, Kapolda Aceh menekankan pentingnya menjaga toleransi, saling menghormati, dan mengedepankan dialog ketika menghadapi persoalan.
Tokoh agama dan masyarakat diharapkan terus menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kerukunan. Perbedaan keyakinan maupun latar belakang, menurut pesan yang disampaikan, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kehidupan sosial yang damai dan harmonis.
Kapolda Aceh melalui Karo Log juga menegaskan bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam memelihara keamanan dan ketertiban. Dukungan serta partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Masyarakat diajak tidak membiarkan informasi palsu merusak persaudaraan. Komunikasi yang terbuka, sikap saling menghargai, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan kamtibmas.
Minggu Kasih Perkuat Kedekatan Polisi dan Masyarakat
Kabidhumas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan Minggu Kasih sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”. Semangat tersebut menekankan pentingnya kedekatan, komunikasi, dan kerja sama antara kepolisian dengan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis untuk memperkuat kemitraan, mendengarkan aspirasi warga, serta meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan dan kerukunan.
Melalui kegiatan Minggu Kasih di Gereja Methodist Indonesia, Polda Aceh mendorong masyarakat untuk terus memperkuat toleransi antarumat beragama, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, dan berpartisipasi aktif menjaga persatuan.
Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus terpelihara agar kehidupan bermasyarakat di Aceh berlangsung aman, damai, dan harmonis.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi






