Keamanan MBG Diperiksa, Sidokkes Polres Cirebon Kota Pastikan Makanan Layak Didistribusikan
- account_circle Wahidin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Cirebon Kota, INC MEDIA – Keamanan MBG menjadi perhatian Sidokkes Polres Cirebon Kota melalui pemeriksaan food safety di SPPG Drajat Kesambi 2, Kota Cirebon, Selasa (29/9/2026) pagi. Pemeriksaan dilakukan sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat guna memastikan makanan memenuhi aspek keamanan pangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan terhadap kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Petugas tidak hanya memeriksa kondisi fisik makanan, tetapi juga melakukan pemeriksaan kimiawi terhadap sejumlah parameter keamanan pangan.
Keamanan MBG Diperiksa Sebelum Distribusi
Kasi Dokkes Polres Cirebon Kota Ipda Septriani, S.H., S.Farm., mengatakan pemeriksaan dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Petugas menggunakan metode organoleptik dan pemeriksaan kimiawi terhadap makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat.
Pemeriksaan organoleptik dilakukan dengan mengamati kondisi makanan secara langsung. Aspek yang diperhatikan meliputi warna, rasa, aroma, tekstur hingga kondisi makanan secara keseluruhan.
Adapun menu yang diperiksa terdiri atas nasi putih, ayam saus asam manis, tahu goreng, tumis sawi putih wortel dan buah jeruk.
Hasil pemeriksaan menunjukkan nasi putih masih dalam kondisi hangat dengan tekstur yang baik. Petugas juga tidak menemukan perubahan rasa maupun bau pada makanan tersebut.
Kondisi serupa ditemukan pada ayam saus asam manis dan tahu goreng. Kedua menu tersebut masih dalam kondisi hangat serta tidak menunjukkan perubahan pada tekstur, rasa maupun aroma.
Pemeriksaan Organoleptik Pastikan Kondisi Makanan
Petugas kemudian memeriksa tumis sawi putih wortel dan buah jeruk. Tumis sayuran dinyatakan dalam kondisi baik tanpa perubahan tekstur, rasa maupun aroma.
Sementara itu, buah jeruk terlihat segar. Petugas tidak menemukan perubahan rasa maupun bau yang dapat menjadi indikasi adanya penurunan kualitas makanan.
Pemeriksaan secara langsung tersebut penting dilakukan sebelum makanan didistribusikan. Dengan demikian, kondisi makanan dapat diketahui sejak awal dan potensi masalah keamanan pangan dapat segera diidentifikasi.
Keamanan MBG Diuji Secara Kimiawi
Selain pemeriksaan organoleptik, Sidokkes Polres Cirebon Kota melakukan pemeriksaan kimiawi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui sejumlah parameter yang berkaitan dengan keamanan makanan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi fisik makanan baik. Nilai pH juga berada dalam batas normal. Petugas tidak menemukan kandungan boraks maupun formalin pada makanan yang diperiksa.
Temuan tersebut menjadi dasar bahwa makanan yang disiapkan di SPPG Drajat Kesambi 2 memenuhi aspek keamanan pangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan petugas.
224 Penerima Manfaat Menerima MBG
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, seluruh makanan yang disiapkan untuk program MBG di SPPG Drajat Kesambi 2 dinyatakan laik untuk didistribusikan kepada penerima manfaat.
Makanan kemudian didistribusikan kepada 147 penerima manfaat Posyandu Balita. Selain itu, terdapat 77 penerima manfaat lainnya yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui dan kader.
Dengan demikian, total penerima manfaat yang mendapatkan makanan hasil pemeriksaan tersebut mencapai 224 orang.
Pemeriksaan keamanan pangan menjadi tahapan penting karena kualitas makanan tidak hanya berkaitan dengan kandungan gizi, tetapi juga kondisi makanan ketika dikonsumsi masyarakat.
Polres Cirebon Kota Tekankan Kualitas Makanan
Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto, mengatakan pemeriksaan food safety merupakan bagian penting untuk memastikan makanan yang diterima masyarakat telah melalui pengecekan sebelum didistribusikan.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat berada dalam kondisi baik dan memenuhi aspek keamanan pangan, sehingga proses pendistribusian MBG dapat berjalan dengan memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat.”
Pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa aspek keamanan pangan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program MBG. Pengawasan dilakukan sebelum makanan sampai kepada penerima manfaat, sehingga kualitas makanan dapat dipastikan melalui pemeriksaan langsung.
Bagi penerima manfaat, khususnya balita, ibu hamil dan ibu menyusui, keamanan makanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas program. Karena itu, pemeriksaan secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan makanan yang dibagikan berada dalam kondisi layak konsumsi.
INC MEDIA | Tegas, Objektif dan Terpercaya
- Penulis: Wahidin







