Mediasi Bhabinkamtibmas Berhasil Akhiri Perselisihan Kecelakaan Fuso dan Sepeda Motor di Jalan Imam Bonjol
- account_circle Karim
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Bandar Lampung, INC MEDIA – Mediasi Bhabinkamtibmas menjadi kunci penyelesaian perselisihan usai kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah truk Fuso dan sepeda motor di Jalan Imam Bonjol, tepatnya di depan Gang Blora, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung, Selasa (21/7/2026). Berkat kesigapan dan kepiawaian aparat kepolisian dalam membangun komunikasi, persoalan yang sempat memanas akhirnya dapat diselesaikan secara damai melalui musyawarah.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban bernama Romli mengendarai sepeda motor Honda BeAT hitam bernomor polisi BE 2472 ACY dengan membonceng anaknya, Yanti. Sementara kendaraan yang terlibat adalah truk Fuso bernomor polisi BE 8358 ADU yang dikemudikan Suyanto.
Mediasi Bhabinkamtibmas Redam Perselisihan di Lokasi
Menurut keterangan saksi mata, Agus, kecelakaan bermula saat truk Fuso melintas di Jalan Imam Bonjol. Ketika berada di depan Gang Blora, bagian bak belakang truk diduga menyerempet sepeda motor yang dikendarai Romli hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sisi jalan.
“Korban langsung terjatuh setelah motor terserempet bagian belakang truk. Kami yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan,” ujar Agus yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Usai insiden, truk Fuso sempat melanjutkan perjalanan sehingga mengundang perhatian warga. Beberapa saksi kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.
Respons cepat ditunjukkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kemiling Raya, Aiptu Gufron. Begitu menerima informasi, ia langsung bergerak melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menghentikan truk Fuso tersebut untuk meminta keterangan dari pengemudi.
Saat proses penghentian kendaraan berlangsung, sempat terjadi adu argumen antara pengemudi truk dan petugas. Namun, situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Dengan pendekatan humanis, komunikasi yang tenang, dan kemampuan membaca situasi, Aiptu Gufron mampu meredam ketegangan serta mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan penyelesaian secara musyawarah.
Kepiawaian Bhabinkamtibmas Hadirkan Solusi Damai
Kepiawaian Aiptu Gufron sebagai Bhabinkamtibmas terlihat saat membangun komunikasi yang seimbang antara korban dan pengemudi truk. Ia tidak hanya memastikan proses berjalan kondusif, tetapi juga memberikan pemahaman kepada kedua belah pihak agar mengedepankan kepala dingin serta mencari solusi yang adil.
Atas arahan tersebut, Suyanto bersedia menemui korban untuk menyelesaikan persoalan secara langsung. Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif dengan difasilitasi oleh Bhabinkamtibmas.
Melalui proses mediasi Bhabinkamtibmas, korban dan pengemudi truk akhirnya mencapai kesepakatan damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa memperpanjang perselisihan.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai problem solver yang mampu menghadirkan solusi melalui pendekatan persuasif, komunikasi efektif, dan semangat restoratif demi menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Pentingnya Kehati-hatian di Jalan Raya
Warga sekitar memberikan apresiasi atas penyelesaian perkara tersebut. Menurut mereka, langkah cepat dan bijaksana yang dilakukan Bhabinkamtibmas berhasil mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan. Pengemudi kendaraan bertonase besar diharapkan lebih berhati-hati karena memiliki titik buta (blind spot) dan ruang gerak yang lebih luas dibanding kendaraan kecil.
Di sisi lain, pengendara sepeda motor juga diimbau menjaga jarak aman ketika berada di samping maupun di belakang kendaraan besar. Kesadaran bersama dalam mematuhi aturan lalu lintas menjadi faktor penting untuk menekan angka kecelakaan serta menciptakan budaya berkendara yang aman dan tertib.
(Karim)
- Penulis: Karim




