Kapolda Aceh Sambangi Vihara Dharma Bhakti, Tegaskan Polri Hadir untuk Semua Umat dan Jaga Kamtibmas
- account_circle Redaksi
- calendar_month 32 menit yang lalu
- print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memperkuat komunikasi dan silaturahmi dengan umat Buddha melalui kunjungan ke Vihara Dharma Bhakti, Banda Aceh, Minggu (1/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi wujud komitmen kepolisian dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus membangun kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat.
Dalam kunjungan itu, Kapolda Aceh didampingi Dirintelkam Polda Aceh, Dirtahti Polda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, dan Kapolresta Banda Aceh.
Kedatangan rombongan disambut Iswar selaku pemilik yayasan, Fajar Saputra selaku Ketua Vihara Umat Buddha/MBI, Herma selaku pembina vihara, serta jajaran pengurus dan umat Buddha.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga ruang komunikasi untuk memperkuat kepercayaan antara kepolisian dan masyarakat lintas agama.
Pengurus Vihara Dharma Bhakti menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Polda Aceh terhadap kehidupan umat Buddha serta berbagai kegiatan keagamaan di Banda Aceh.
Mereka menjelaskan bahwa hubungan dengan kepolisian selama ini berjalan baik. Salah satu bentuk kerja sama tersebut terlihat saat pelaksanaan vaksinasi massal sebanyak dua kali di lingkungan vihara pada masa pandemi COVID-19, yang dilakukan bersama Polda Aceh.
Dukungan pengamanan dari Polda Aceh, Polresta Banda Aceh, hingga Polsek juga dinilai membantu menciptakan rasa aman ketika umat Buddha melaksanakan kegiatan keagamaan, khususnya pada perayaan hari besar keagamaan.
Kapolda: Polisi Harus Dekat dengan Seluruh Masyarakat
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Ruddi Setiawan menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat pengurus yayasan dan umat Buddha. Ia menegaskan bahwa kepolisian harus membangun komunikasi terbuka serta hadir memberikan perlindungan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok masyarakat.
“Tagline kami adalah Polisi Bersama Masyarakat. Artinya, polisi harus selalu dekat dengan masyarakat. Kami ingin Polri dan masyarakat berjalan berdampingan, saling mendukung, sehingga kehadiran polisi benar-benar dapat memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh masyarakat,” ujar Kapolda.
Kapolda juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, maupun laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian.
“Jika ada anggota kami yang melakukan pelanggaran atau menyalahgunakan kewenangan dalam bertugas, silakan sampaikan kepada kami. Setiap laporan dan informasi akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Kami ingin Polda Aceh terus berbenah dan menjadi institusi yang semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pengawasan dan keterbukaan dalam institusi kepolisian. Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui kehadiran petugas di tengah masyarakat, tetapi juga melalui kesediaan institusi menerima kritik dan menindaklanjuti laporan secara profesional.
Ajak Masyarakat Bersama Perangi Narkoba
Selain memperkuat kerukunan, Kapolda Aceh mengajak pengurus vihara dan seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama dalam mencegah peredaran serta penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian. Dukungan masyarakat melalui kepedulian lingkungan dan penyampaian informasi yang akurat sangat dibutuhkan untuk membantu upaya pencegahan maupun pengungkapan jaringan peredaran narkoba.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan jumlah personel yang ada, tentu dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Karena itu, kami mengharapkan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Kapolda juga menegaskan bahwa jajaran Polda Aceh telah diinstruksikan memberikan pengamanan terhadap kegiatan keagamaan di berbagai tempat ibadah, mulai dari masjid, gereja, vihara, hingga tempat ibadah lainnya.
Ia mempersilakan pengurus vihara yang akan menyelenggarakan kegiatan keagamaan untuk berkoordinasi dengan kepolisian setempat agar kebutuhan pengamanan dapat dipersiapkan secara optimal.
Langkah tersebut diharapkan memastikan setiap umat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa khawatir.
Kerukunan dan Pembinaan Generasi Muda Jadi Perhatian
Dalam pertemuan itu, pengurus Vihara Dharma Bhakti turut menjelaskan kegiatan pembinaan generasi muda yang dilaksanakan di lingkungan vihara. Kegiatan tersebut mencakup pembinaan keagamaan dan olahraga sebagai upaya membangun karakter serta mendorong generasi muda terlibat dalam aktivitas positif.
Pengurus juga menyampaikan bahwa kehidupan umat Buddha di sejumlah wilayah Aceh, antara lain Banda Aceh, Sabang, Bireuen, Lhokseumawe, Langsa, Kuala Simpang, dan Meulaboh, selama ini berlangsung dengan baik.
Sinergi masyarakat, TNI, dan Polri dinilai memiliki peran penting dalam menjaga suasana aman, damai, serta harmonis di tengah keberagaman.
Melalui silaturahmi tersebut, Kapolda Aceh berharap hubungan Polri dan umat Buddha semakin erat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, memperkuat toleransi, serta tidak membiarkan persoalan sosial maupun ancaman narkoba merusak keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran kepolisian di tengah seluruh kelompok masyarakat diharapkan menjadi bukti bahwa keamanan dan perlindungan merupakan hak setiap warga negara, tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.
Pewarta: Helmy
INC MEDIA – Tegas, Objektif dan Terpercaya
- Penulis: Redaksi



