Lampung Selatan, INC MEDIA — terus memperkuat syiar Ramadhan melalui Gerakan 5.000 Kali Khatam Al-Qur’an 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini merupakan inisiasi Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, dengan (MIN 2 Lamsel) sebagai salah satu madrasah pendukung pelaksanaan.

Di MIN 2 Lamsel, gerakan ini menargetkan sekitar 200 kali khatam Al-Qur’an, sementara secara total di tingkat kabupaten ditargetkan mencapai 5.000 kali khatam, melibatkan ASN Kemenag Lampung Selatan serta seluruh siswa-siswi madrasah se-Kabupaten Lampung Selatan.

Dok.foto MIN 2 Lam-sel : Siswa-siswi dan para guru secara khusyuk mengikuti kegiatan serentak Gerakan 5.000 Kali Khatam Al-Qur’an 1447 Hijriah/2026 Masehi, dilingkungan sekolah, seni

Sejak pagi, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di lingkungan sekolah. Para siswa membaca secara tartil dan bergiliran, didampingi guru yang memastikan pelaksanaan berjalan tertib, khusyuk, dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan serentak untuk mendorong budaya literasi Al-Qur’an di seluruh satuan pendidikan madrasah.

BACA JUGA: Dugaan Penganiayaan Bandar Lampung: ASWIN Kawal Proses Hukum hingga Tuntas

Kepala MIN 2 Lampung Selatan, Nurkholis, S.Pd.I., M.M, dalam arahannya menegaskan bahwa gerakan ini tidak boleh berhenti pada capaian simbolik semata.

Gerakan 5.000 kali khatam Al-Qur’an ini bukan sekadar mengejar angka. Yang lebih penting adalah membentuk karakter Qur’ani pada diri anak-anak kita. Mereka harus tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memahami isinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Nurcholis, Senin (23/2/2026).

Ia juga mengingatkan para guru agar menjadi teladan dalam membangun budaya membaca Al-Qur’an di madrasah.

Ramadhan adalah momentum memperkuat iman, disiplin, dan kebersamaan. Guru harus menjadi contoh dalam semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Jika budaya ini kuat, maka karakter siswa akan ikut terbentuk,” tambahnya.

Partisipasi tim IT MIN 2 Lamsel turut memberi warna tersendiri. Dokumentasi dan publikasi kegiatan dilakukan secara terstruktur sebagai bagian dari transparansi, akuntabilitas, serta penguatan literasi digital madrasah.

BACA JUGA: Tanah Longsor Bandar Lampung, TNI Turun Tangan Bantu Warga Sumur Putri

Sementara itu, salah satu siswa kelas 3 A, Zacky Alfariza, mengaku antusias mengikuti tadarus bersama.

Saya senang ikut tadarus bersama teman-teman dan guru. Rasanya lebih semangat dan tidak cepat bosan. Saya jadi ingin lebih rajin membaca Al-Qur’an di rumah juga supaya bisa ikut menyumbang khatam untuk madrasah,” ujarnya.


Tujuan dan Manfaat Gerakan

Secara umum, Gerakan 5.000 Kali Khatam Al-Qur’an bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an.
  • Membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia.
  • Menguatkan budaya literasi keagamaan di lingkungan madrasah.
  • Menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembinaan spiritual kolektif.

Manfaat kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat konsentrasi, kebersamaan, serta nilai tanggung jawab siswa sejak usia dini.

Dengan sinergi antara Kemenag, ASN, guru, dan peserta didik, gerakan ini diharapkan menjadi fondasi pembentukan generasi Qur’ani yang berintegritas dan berdaya saing di Kabupaten Lampung Selatan. | Red