Pringsewu, INC MEDIA — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video memilukan yang memperlihatkan aksi perundungan brutal oleh dua remaja perempuan terhadap seorang remaja lainnya di Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Dalam video yang viral itu, korban yang mengenakan hijab hitam tampak memohon ampun sambil berkata, “Ampun mbak,” namun tetap saja dipukul, ditarik hijabnya hingga terlepas, bahkan dipaksa untuk bersujud.

Foto Dok. INC MEDIA: Download INC PAY di google play untuk kemudahan transaksi Anda

Yang lebih menyayat hati, kejadian tersebut disaksikan oleh sejumlah remaja lain yang hanya menonton tanpa melakukan upaya untuk melerai. Aksi ini diduga terjadi pada Jumat malam (18/4/2025), di area yang disebut-sebut sebagai Lapangan Osaka, Gadingrejo.

BACA JUGA : Solid di Akar Rumput, Supri–Suri Tancap Gas Menangkan PSU Pesawaran

Pihak kepolisian membenarkan bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut.

“Benar, kami telah menerima laporan dari korban terkait dugaan tindakan kekerasan atau perundungan,” ujar Ipda Candra Himawan, Pelaksana Harian Kepala Unit Reskrim Polres Pringsewu, Sabtu malam (19/4/2025).

Ipda Candra menyatakan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti laporan dengan melakukan penyelidikan intensif. Tim kepolisian kini tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melacak keberadaan pelaku yang terekam dalam video. Rekaman yang beredar juga akan dijadikan alat bukti dalam proses hukum.

Peristiwa tersebut memicu kemarahan warganet yang mengecam keras tindakan para pelaku dan menuntut agar mereka segera diproses secara hukum. Banyak suara dari masyarakat yang berharap kasus ini menjadi pelajaran dan efek jera bagi pelaku kekerasan serupa.

BACA JUGA : Ribuan Warga Lampung Suarakan Solidaritas untuk Palestina, Bundaran Adipura Jadi Lautan Kemanusiaan

Keluarga korban pun angkat bicara. Mereka meminta agar pelaku segera ditangkap serta mendesak adanya pendampingan psikologis bagi korban yang kini mengalami trauma mendalam akibat insiden itu.

Pihak Polres Pringsewu juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak menormalisasi kekerasan dan lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Kekerasan dalam bentuk apa pun harus dicegah. Kami mengajak semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak,” tutup Ipda Candra.

(Doni)