Breaking News
light_mode

TERUNGKAP! Minyak Goreng Curang Beredar, Masyarakat Ditipu Besar-Besaran

  • account_circle incmedia.site
  • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
  • print Cetak

Jakarta, INC MEDIA,  – Skandal minyak goreng curang mengguncang pasar Indonesia! Polisi bergerak cepat menyita produk Minyakita dari tiga produsen yang diduga melakukan pengurangan takaran secara ilegal dan merugikan masyarakat.

Hasil temuan di lapangan mengungkap fakta mencengangkan: kemasan 1 liter hanya berisi 700-900 mililiter minyak, bukan 1 liter penuh seperti yang tertera di label!

Atas temuan tersebut, Satgas Pangan Polri langsung menyita produk-produk Minyakita yang tidak sesuai takaran untuk mencegah masyarakat terus tertipu oleh praktik curang ini.

POLISI TEMUKAN MINYAK GORENG CURANG DI PASARAN

Kasatgas Pangan Polri Brigjen Helfi Assegaf mengonfirmasi bahwa hasil pengukuran langsung yang dilakukan timnya menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara volume minyak dalam kemasan dan takaran yang tertulis.

“Kami menemukan minyak goreng merek Minyakita yang ketika diukur langsung, ternyata tidak sesuai dengan yang tercantum di label kemasan,” ujar Helfi dalam keterangannya, Minggu (9/3/2025).

Polisi tidak tinggal diam. Setelah temuan ini terungkap, pihaknya langsung menyita barang bukti dan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna menindak produsen yang bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran ini.

“Atas temuan dugaan ketidaksesuaian antara label kemasan dan isi tersebut, kami telah melakukan penyitaan barang bukti serta proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Helfi.

TIGA PRODUSEN MINYAKITA TERLIBAT!

Berdasarkan investigasi, tiga produsen yang diduga bertanggung jawab atas penyebaran Minyakita ‘berisi angin’ ini adalah:

1. PT Artha Eka Global Asia – Depok, Jawa Barat

2. Koperasi Produsen UMKM Kelompok Terpadu Nusantara – Kudus, Jawa Tengah

3. PT Tunas Agro Indolestari – Tangerang, Banten

Ketiga produsen ini kini dalam sorotan dan berpotensi menghadapi sanksi berat jika terbukti melakukan praktik pengurangan isi kemasan yang merugikan konsumen.

AWAL MULA SKANDAL: SIDAK MENTAN BONGKAR KECURANGAN!

Skandal minyak goreng curang ini pertama kali terbongkar setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/3/2025).

BACA JUGA : Akibat Harga Singkong yang Ditetapkan, Pabrik Memilih Tutup: Kini, bola panas ada di tangan pemerintah pusat

Saat sidak berlangsung, Amran menemukan produk Minyakita kemasan yang isinya tidak sesuai takaran dan diduga telah dikurangi oleh produsen.

“Minyakita yang seharusnya berisi 1 liter, setelah dicek hanya mengandung 750-800 mililiter saja,” ungkap Amran.

Atas temuan ini, Menteri Amran langsung berkoordinasi dengan kepolisian agar kasus ini segera ditindaklanjuti.

PEMERINTAH ANCAM SANKSI BERAT: TUTUP PABRIK & CABUT IZIN!

Menteri Amran tidak main-main dalam menanggapi kasus ini. Ia menegaskan bahwa jika benar ada unsur kesengajaan dalam pengurangan takaran minyak goreng ini, maka pemerintah tidak segan-segan menutup perusahaan dan mencabut izin usaha mereka!

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim dan Satgas Pangan. Jika terbukti ada pelanggaran, perusahaan ini harus ditutup dan izinnya dicabut!” tegas Amran.

Menurutnya, pengurangan takaran adalah bentuk pelanggaran serius yang dapat merugikan masyarakat luas, terutama kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada produk ini.

“Tidak ada ruang bagi pelaku usaha yang sengaja mencari keuntungan dengan cara yang merugikan rakyat!” tambahnya.

MASYARAKAT DIMINTA WASPADA: CEK TAKARAN MINYAK GORENG ANDA!

Dengan adanya kasus ini, masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat membeli minyak goreng. Pastikan untuk selalu mengecek isi dan takaran minyak sebelum membeli.

Skandal minyak goreng curang ini kembali menambah daftar panjang kasus penipuan dalam industri pangan di Indonesia.

Kini, masyarakat menunggu langkah tegas dari pihak berwenang. Akankah para pelaku dihukum setimpal? Ataukah kasus ini hanya berakhir tanpa tindakan nyata?

Pantau terus perkembangan kasus ini dan jangan sampai tertipu membeli minyak goreng ‘berisi angin’!

(*)

  • Penulis: incmedia.site

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanpa BPJS, Dua Warga Tubaba Terbaring Sakit Tanpa Harapan: Akankah Ada Uluran Tangan?

    Tanpa BPJS, Dua Warga Tubaba Terbaring Sakit Tanpa Harapan: Akankah Ada Uluran Tangan?

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, INC MEDIA – Di tengah gencarnya program kesehatan nasional, masih ada warga yang terjebak dalam kesulitan tanpa akses layanan medis yang layak. Dua pasien dari Tiyuh berbeda di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kini berjuang melawan sakit parah, tetapi terkendala biaya karena BPJS mereka tidak lagi aktif. Salah satu pasien, warga Tiyuh […]

  • Kapolresta Cirebon Takziah ke Rumah Duka Sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH. Hasanuddin Kriyani

    Kapolresta Cirebon Takziah ke Rumah Duka Sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH. Hasanuddin Kriyani

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Wahidin
    • 0Komentar

    CIREBON, INC MEDIA – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama (PJU) dan personel Polresta Cirebon, bertakziah ke rumah duka sesepuh Pondok Buntet Pesantren, almarhum KH. Hasanuddin Kriyani, di Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/8/2026) malam. Kehadiran Kapolresta Cirebon bersama jajaran tidak sekadar menjadi bentuk penghormatan […]

  • Tambang Emas Ilegal Way Kanan Ditindak, Polda Lampung Tuai Apresiasi

    Tambang Emas Ilegal Way Kanan Ditindak, Polda Lampung Tuai Apresiasi

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tambang Emas Ilegal Way Kanan Ditertibkan Aparat Lampung, INC MEDIA — Tambang emas ilegal Way Kanan akhirnya mendapat penindakan tegas dari aparat kepolisian. Langkah yang dilakukan jajaran Polda Lampung terhadap aktivitas penambangan tanpa izin di wilayah Kabupaten Way Kanan menuai apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Penertiban yang dilakukan aparat kepolisian tersebut menyasar aktivitas penambangan emas […]

  • Geger, Penemuan Mayat Berjenis Kelamin Perempuan Di Pekon Sukanegara 

    Geger, Penemuan Mayat Berjenis Kelamin Perempuan Di Pekon Sukanegara 

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesisir Barat, INC MEDIA – Masyarakat Pekon Sukanegara, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), digegerkan dengan adanya seorang warga yang ditemukan disebuah rumah dengan kondisi sudah meninggal dunia sekitar pukul 13.00 Wib, Selasa, (8/10/2024) Setelah mendapatkan laporan Polres Pesisir Barat langsung mendatangi TKP penemuan mayat berjenis kelamin perempuan tersebut. Kapolres Pesisir Barat, AKBP Alsyahendra, membenarkan […]

  • Polres Kuningan Bagikan Masker Gratis di Empat Titik, Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

    Polres Kuningan Bagikan Masker Gratis di Empat Titik, Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • account_circle Wahidin
    • 0Komentar

    KUNINGAN, INC MEDIA – Jajaran Polres Kuningan membagikan masker gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan pada Minggu, 6 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk pelayanan sekaligus kepedulian kepolisian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Pembagian masker berlangsung di empat titik, yakni Pos Citamba, Lamer Cijoho, Pos Taman Kota, dan Pos Cirendang. Personel kepolisian turun langsung ke […]

  • Gelombang Panas Eropa: Rumah Sakit Prancis Kekurangan Es Batu untuk Rawat Pasien

    Gelombang Panas Eropa: Rumah Sakit Prancis Kekurangan Es Batu untuk Rawat Pasien

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Prancis, INC MEDIA – Gelombang panas Eropa kembali memicu krisis kesehatan serius di sejumlah negara, termasuk Prancis. Situasi ini memperburuk kondisi fasilitas medis yang kini menghadapi keterbatasan es batu untuk membantu perawatan pasien yang terdampak suhu ekstrem. Fenomena gelombang panas Eropa ini tidak hanya meningkatkan beban rumah sakit, tetapi juga menekan sistem layanan kesehatan secara […]

expand_less