Sungai Sukalila dan Kalibaru Ditata, Wali Kota Cirebon Ajak ASN dan Masyarakat Menjaga Kebersihan
- account_circle Wahidin
- calendar_month 33 menit yang lalu
- print Cetak

CIREBON, INC MEDIA – Sungai Sukalila dan Kalibaru menjadi perhatian Pemerintah Kota Cirebon dalam upaya menjaga kebersihan, keindahan, dan keberlanjutan kawasan sungai. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, turun langsung mengikuti kerja bakti di kawasan tersebut, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda bersih-bersih. Pemerintah Kota Cirebon ingin memastikan penataan fisik kawasan sungai berjalan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Sungai Sukalila dan Kalibaru Jadi Fokus Penataan
Pemerintah Kota Cirebon saat ini masih menjalankan proses penataan dan pembangunan fisik di kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru. Wali Kota menilai pembangunan tidak akan memberikan manfaat maksimal jika kawasan yang telah ditata kembali dipenuhi sampah atau tidak dirawat.
Karena itu, Wali Kota sengaja mengarahkan kegiatan kerja bakti pada Jumat. Kegiatan tersebut sekaligus menggantikan agenda senam bersama yang biasanya dilakukan jajaran pemerintah di kantor masing-masing.
“Ya, sengaja saya gerakkan di hari Jumat. Biasanya ada senam bersama di kantor masing-masing. Tapi untuk hari Jumat ini, saya lihat proses pembangunannya terus berjalan. Ada beberapa bagian yang memang harus kita bersihkan dari apa yang sudah dibangun oleh teman-teman,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, pemerintah perlu memberi contoh langsung kepada masyarakat. Setelah pembangunan selesai, kegiatan pemeliharaan juga harus dilakukan secara konsisten.
Kerja Bakti Sungai Sukalila dan Kalibaru Akan Dirutinkan
Wali Kota menyampaikan, kegiatan kerja bakti di kawasan sungai tidak berhenti pada kegiatan Jumat tersebut. Setelah seluruh pembangunan selesai, Pemkot Cirebon berencana menjadikan kerja bakti sebagai agenda rutin.
“Nanti kalau sudah selesai semuanya, setiap hari Jumat kita akan kerja bakti juga di sungai ini. Ini juga mengajarkan kepedulian pemerintah terhadap apa yang sudah dilakukan dalam proses pembangunan. Masyarakat juga saya harapkan ikut serta dan bisa menjaga apa yang sudah dibangun pemerintah, termasuk kebersihannya,” katanya.
Kegiatan tersebut melibatkan ASN serta petugas operasional dan kebersihan atau office boy (OB) dari sejumlah perangkat daerah. Mereka membersihkan kawasan sungai selama beberapa jam sebelum kembali menjalankan tugas di kantor masing-masing.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemeliharaan Sungai Sukalila dan Kalibaru tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan. Pemerintah juga mendorong keterlibatan aparatur dan masyarakat agar kawasan sungai tetap terawat.
Pemerintah Larang Bangunan dan Lapak Permanen di Bantaran Sungai
Di tengah proses penataan, Wali Kota juga meminta masyarakat yang berada di sekitar kawasan sungai tidak kembali mendirikan tempat berjualan secara permanen di bantaran sungai.
Menurutnya, aktivitas perdagangan permanen di bantaran dapat mengganggu estetika kawasan yang telah ditata sekaligus berpotensi menghambat upaya pemerintah menjaga fungsi kawasan sungai.
“Saya mengimbau kepada masyarakat Kota Cirebon, khususnya yang ada di kawasan Sukalila dan Kalibaru, tidak lagi berjualan secara permanen di bantaran sungai. Ini karena bisa merusak estetika dan keindahan sungai yang sudah kita tata,” tegasnya.
Pemerintah Kota Cirebon juga menyiapkan mekanisme pengawasan untuk menjaga hasil penataan. Linmas akan dilibatkan untuk membantu mengawasi kawasan tersebut.
Selain itu, Pemkot Cirebon telah membentuk Satgas Peduli Sungai yang terdiri atas sejumlah unsur. Satgas tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus mendukung pemeliharaan kawasan sungai.
Linmas dan Satgas Peduli Sungai Dilibatkan
Wali Kota mengatakan pengawasan diperlukan agar kawasan yang telah dibangun tidak kembali menghadapi persoalan yang sama.
“Antisipasinya dari pemerintah, nanti Linmas juga akan kita tempatkan di sini, khusus untuk mengawasi agar tidak ada lagi yang berjualan secara permanen. Kita juga sudah membentuk Satgas Peduli Sungai, nanti ada beberapa unsur yang tergabung di dalamnya,” ungkap Wali Kota.
Meski demikian, Pemkot Cirebon masih akan mengevaluasi perkembangan kawasan setelah proses pembangunan selesai. Pemerintah akan melihat kondisi lapangan sekaligus respons masyarakat terhadap penataan yang dilakukan.
“Makanya kita evaluasi dulu, kita lihat perkembangannya seperti apa dan bagaimana masyarakatnya. Kalau sudah dibangun, kita harus sama-sama membersihkan dan menjaganya. Pemerintah akan terus mengupayakan itu,” katanya.
Penataan Parkir Menunggu Pembangunan Selesai
Persoalan parkir juga menjadi bagian dari rencana penataan kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru. Pemerintah Kota Cirebon belum menetapkan titik parkir secara final karena pembangunan kawasan masih berlangsung.
Wali Kota mengatakan pengaturan parkir nantinya akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan setelah seluruh proses pembangunan dan penataan selesai.
“Kantong parkir nanti akan diatur oleh Dishub setelah semuanya selesai. Nanti kita tentukan titik-titik mana yang memang harus menjadi titik parkir. Konsep ini kan masih belum selesai, nanti kita atur semuanya,” pungkasnya.
Dengan langkah tersebut, Pemkot Cirebon berupaya memastikan penataan sungai tidak berhenti pada pembangunan fisik. Kebersihan, pengawasan, pengaturan aktivitas masyarakat, hingga kebutuhan parkir menjadi bagian dari pengelolaan kawasan secara menyeluruh.
Pada akhirnya, keberhasilan penataan Sungai Sukalila dan Kalibaru tidak hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar kawasan yang telah dibangun dapat terus dijaga, bersih, tertib, dan memberikan manfaat bagi warga Kota Cirebon.
Sumber: Admin Prokompim, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Cirebon, Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124. Instagram: @prokompimkotacirebon
- Penulis: Wahidin







