Breaking News
light_mode

Dugaan Pencabulan Remaja Bandar Lampung — Babak Baru, Terlapor Anak Dosen Universitas Islam An Nur Tawarkan Nikah, Keluarga Tolak

  • account_circle Haris Efendi
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • print Cetak

Bandar Lampung, INC MEDIA – Kasus pencabulan remaja Bandar Lampung memasuki babak baru yang mengundang sorotan publik. Terlapor berinisial BR, yang disebut sebagai anak dosen Universitas Islam An Nur, mendatangi kediaman korban pada Selasa malam (28/4/2026) dengan dalih mediasi. Namun, upaya tersebut kandas setelah keluarga korban secara tegas menolak dan memilih melanjutkan proses hukum.

Langkah terlapor yang menawarkan penyelesaian damai, termasuk opsi menikahi korban, justru memicu pertanyaan serius: apakah pernikahan dijadikan jalan pintas untuk menghindari jerat hukum?

Babak Baru Dugaan Pencabulan Remaja Bandar Lampung: Mediasi Ditolak

Ibu korban, Sumarni, mengungkapkan bahwa kedatangan terlapor bersama penasihat hukumnya bertujuan untuk membuka ruang negosiasi.

“Tujuan mereka datang adalah berupaya melakukan mediasi dan menyatakan siap menikahi anak saya. Namun, anak saya sudah menegaskan bahwa ia tidak lagi memiliki rasa dan berharap proses ini tetap berjalan sesuai hukum yang berlaku,” ujar Sumarni.

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Korban yang masih berusia 17 tahun dilaporkan mengalami trauma psikologis berat, sehingga segala bentuk pendekatan dari pihak terlapor tidak lagi dapat diterima.

Alasan Tawaran Pernikahan: Bukan Solusi Hukum

Dalam perspektif hukum dan perlindungan anak, tawaran menikahi korban tidak serta-merta menghapus dugaan tindak pidana. Justru, langkah tersebut kerap dipandang sebagai upaya menghindari konsekuensi hukum.

Secara normatif, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak tetap dapat dipidana tanpa pengecualian, termasuk jika terjadi pernikahan setelah peristiwa.

Artinya, pernikahan bukanlah mekanisme penyelesaian pidana, melainkan persoalan perdata yang tidak menghapus unsur kejahatan.

Dugaan Intimidasi dan Sengketa Barang Bukti

Sumarni juga menyoroti sikap pihak terlapor yang dinilai mencoba menekan keluarga, khususnya terkait barang bukti berupa ponsel.

“Mereka terkesan mengintimidasi kami terkait ponsel tersebut, menyebut adanya indikasi perampasan saat kami sebelumnya mendatangi kediaman terlapor bersama keluarga, mereka justru melontarkan komentar seolah-olah kami akan melakukan penangkapan,” tambahnya.

Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya terjadi pada aspek pidana utama, tetapi juga berpotensi merembet ke persoalan hukum lain jika tidak ditangani secara proporsional oleh aparat.

Desakan Penegakan Hukum Tanpa Kompromi

Koordinator Tim Investigasi Asosiasi Wartawan Internasional (Aswin), Febriyansah, menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan tanpa intervensi dan tanpa kompromi.

“Informasi dari keluarga konfirmasi bahwa mediasi telah ditawarkan malam ini, namun semua itu sudah terlambat. Korban secara lisan dan tegas menolak karena trauma. Kami mendesak Polresta Bandar Lampung untuk segera memproses kasus ini tanpa penundaan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan segera mendatangi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bandar Lampung guna memastikan proses penyidikan berjalan profesional.

“Korban adalah remaja yang seharusnya memiliki masa depan cerah. Karena hal ini telah terjadi, penegakan hukum harus berjalan setimpal,” ujarnya.

Dasar Hukum dan Potensi Sanksi

Dalam kasus pencabulan remaja Bandar Lampung ini, terlapor berpotensi dijerat:

  • Pasal 81 dan/atau Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak
    • Ancaman pidana: penjara minimal 5 tahun hingga maksimal 15 tahun
    • Denda: hingga Rp5 miliar
  • Ketentuan dalam KUHP terkait kejahatan terhadap kesusilaan, bergantung pada hasil penyidikan dan pembuktian di pengadilan.

Penting ditegaskan, setiap proses hukum tetap menjunjung asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Catatan Redaksi

Pemberitaan ini disusun dengan mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, dengan tetap melindungi identitas korban anak serta menghindari penghakiman sepihak.


 

  • Penulis: Haris Efendi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pramuka Bukan Sekadar Hafal Dasa Darma, Wali Kota Cirebon Dorong Generasi Muda Berdaya Cipta

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CIREBON, INC MEDIA – Pramuka Kota Cirebon didorong tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun kemampuan menghafal Dasa Darma. Gerakan kepanduan itu harus mampu melahirkan generasi muda yang memiliki empati, kreativitas, kemandirian, serta keberanian menjawab persoalan nyata di tengah perubahan zaman. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat memimpin Apel Besar Peringatan Hari Pramuka […]

  • Judi Online Jadi Ancaman, Polri, Komdigi, dan UPH Bersinergi Bangun Generasi Digital Berintegritas

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TANGERANG, INC MEDIA – Judi online mahasiswa menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian serius Polri. Melalui program Polri Goes to Campus, Kepolisian Republik Indonesia menggandeng Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memperkuat literasi digital sekaligus mencegah maraknya praktik judi online di kalangan generasi muda. Kegiatan bertajuk “Kampus Sehat, Mahasiswa […]

  • Mayat Pemulung Ditemukan Tewas Tersengat Listrik di Bengkel Las di Lampung Selatan

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan (INC Media) — Warga Desa Jatimulyo, digegerkan dengan penemuan mayat seseorang berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas di sebuah bengkel milik warga, Sukamto alias Mandra, yang terletak di Jalan Sriwedari, Dusun 2B, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (3/22025) pagi. Saat ditemukan, mayat tersebut mengenakan pakaian panjang warna hitam dan celana pendek […]

  • Warga Aceh Timur, Tamiang hingga Lhokseumawe Semarakkan Car Free Day Kota Langsa

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kota Langsa, INC MEDIA — Car Free Day Kota Langsa kembali menjadi magnet masyarakat pada Minggu (6/9/2026). Bukan hanya warga setempat, masyarakat dari Aceh Timur, Aceh Tamiang hingga Lhokseumawe turut datang menikmati suasana pagi di kawasan Lapangan Merdeka Kota Langsa. Car Free Day Kota Langsa Jadi Ruang Publik Sejak pagi, ribuan warga memadati kawasan Lapangan […]

  • P3KP Apresiasi Kinerja Aries Sandi DP : Berdirinya Islamic Center Adalah Bukti Nyata

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Masa Kepemimpinan H. Aries Sandi Darma Putra, S.H., M.H. selaku Mantan Bupati Pesawaran Periode 2010-2015 telah banyak mengukir prestasi dalam membawa daerah dan masyarakat Kabupaten Pesawaran menjadi sejahtera. Salah satu Bukti nyatanya ialah berdirinya Islamic Center yang dibangun saat Aries Sandi masih menjabat sebagai Bupati Pesawaran periode 2010-2015 yang manfaatnya dapat […]

  • Satreskrim Polresta Cirebon Ungkap 9 Kasus, 10 Tersangka Diamankan dalam Operasi Juni 2026

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Cirebon, INC MEDIA — Satreskrim Polresta Cirebon kembali menunjukkan kinerja tegas dalam penegakan hukum dengan mengungkap berbagai kasus kriminal di wilayah Kabupaten Cirebon. Sepanjang Juni 2026, aparat berhasil mengungkap 9 kasus tindak pidana dan mengamankan 10 tersangka dari berbagai jenis kejahatan yang meresahkan masyarakat. Capaian tersebut dipaparkan dalam konferensi pers resmi yang dipimpin Kapolresta Cirebon […]

expand_less