Pekon Fajar Mulia Fokus Tekan Stunting Lewat Pembangunan Posyandu dan Sumur Bor
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
- print Cetak

Dok. Foto Doni Ramadana: Proses pembangunan sumur bos di Dusun Sinar Melatok, Sabtu 31 mei 2025
Pringsewu, INC MEDIA — Pemerintah Pekon Fajar Mulia, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, telah merealisasikan penggunaan Dana Desa tahap pertama tahun anggaran 2025. Fokus utama penggunaan anggaran kali ini adalah untuk menekan angka stunting di wilayah pekon.

Foto Dok. Haris Efendi : Agen PPOB murah, mudah dan Aman, Download INC Pay di Google Play Store Anda
Kepala Pekon Fajar Mulia, Subagio, menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas telah dijalankan, di antaranya pembangunan fisik posyandu di Dusun Sinar Waya, serta penyediaan sarana sanitasi berupa air bersih melalui pembangunan satu unit sumur bor lengkap dengan tower penampungan air.
“Sumur bor ini satu paket lengkap dengan bangunan towernya, jadi total anggaran yang digunakan sekitar Rp49 juta, termasuk biaya tenaga kerja dan material,” terang Subagio saat ditemui di kediamannya, Sabtu, 31 Mei 2025.
BACA JUGA : Langkah Nyata Pekon Bumirejo Bangkitkan Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih
Ia menjelaskan bahwa penyediaan air bersih ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program pencegahan stunting. Air bersih disediakan melalui sistem pengambilan langsung, di mana masyarakat bisa datang ke titik yang telah disediakan di Dusun Sinar Melatok untuk mengambil air dari keran yang terhubung dengan sumur bor.
“Selain pemberian makanan tambahan untuk anak-anak, kami juga menyediakan akses air bersih sebagai bagian dari upaya menjaga sanitasi. Air tidak langsung disalurkan ke rumah warga, melainkan disiapkan di satu titik pengambilan agar lebih mudah diakses masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, Pekon Fajar Mulia juga melaksanakan pelatihan bagi kader kesehatan sebagai bentuk penguatan SDM dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Pemerintah pekon juga telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang benar-benar berhak menerima, sesuai dengan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Untuk tahap kedua nanti, lanjut Subagio, pihaknya berencana membangun rabat beton di Dusun Melatok dengan panjang sekitar 200 meter.
“Kami berharap seluruh program dan pembangunan fisik yang telah dan akan kami realisasikan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, dan yang paling penting dijaga bersama demi kepentingan bersama,” tutup Subagio.
(Doni)
- Penulis: Haris Efendi


