Kapolri Ajak Jamaah Masjid Al-Ikhlas Jaga Kerendahan Hati dan Perkuat Akhlak
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 33 menit yang lalu
- print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.H., M.Si., mengajak jamaah Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, menjaga kerendahan hati, menjauhi kesombongan, dan memperkuat akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan saat Kapolri melaksanakan Sholat Jumat bersama jamaah pada Jumat (9/10/2026).
Kapolri menegaskan bahwa jabatan, pangkat, kekuasaan, dan kekayaan bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Sebaliknya, semua yang dimiliki manusia merupakan amanah dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dipertanggungjawabkan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.50 hingga 12.50 WIB itu tidak hanya menjadi momentum untuk beribadah, tetapi juga mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat persaudaraan.
Kapolri Ingatkan Pentingnya Kerendahan Hati
Dalam arahannya, Kapolri mengingatkan jamaah agar tidak menjadikan kedudukan sebagai ukuran kemuliaan seseorang. Menurutnya, setiap orang perlu menjaga sikap, menghormati sesama, dan menghindari perilaku yang merendahkan orang lain.
“Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” pesan Kapolri kepada para jamaah.
Pesan tersebut menekankan bahwa kerendahan hati bukan sekadar sikap pribadi. Nilai itu juga menjadi landasan dalam menjalankan tanggung jawab, membangun hubungan sosial, dan memperlakukan setiap orang secara bermartabat.
Seseorang yang memiliki jabatan dan kewenangan besar justru dituntut untuk semakin bijaksana. Kedudukan seharusnya mendorong seseorang untuk memberikan manfaat, bukan menjadi alasan untuk bersikap angkuh atau merasa lebih unggul.
Kerendahan Hati Menjadi Cerminan Akhlak Mulia
Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga akhlak, terutama bagi mereka yang memegang jabatan dan tanggung jawab besar. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan teladan yang baik.
Nilai keimanan, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, perlu tercermin melalui tindakan nyata. Kejujuran, keikhlasan, kepedulian, dan rasa syukur harus hadir dalam lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.
Prinsip tersebut relevan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Kewenangan yang diberikan harus digunakan secara bertanggung jawab, sementara hubungan dengan masyarakat perlu dibangun melalui sikap hormat, kepedulian, dan ketulusan.
Dengan demikian, akhlak tidak berhenti pada ucapan atau nasihat. Akhlak harus terlihat melalui keputusan, tindakan, dan cara seseorang memperlakukan orang lain, terutama ketika ia memiliki kekuasaan atau kewenangan.
Sholat Jumat Perkuat Silaturahmi dan Persaudaraan
Pelaksanaan Sholat Jumat bersama jamaah Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri menjadi momentum untuk memperkuat hubungan persaudaraan sekaligus mengingatkan pentingnya memperbaiki diri.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan dapat mengambil hikmah untuk menjauhi kesombongan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Nilai-nilai tersebut penting untuk diterapkan secara konsisten, baik dalam kehidupan pribadi maupun saat menjalankan tanggung jawab profesional.
Pesan mengenai kerendahan hati juga mengingatkan bahwa penghormatan terhadap seseorang tidak semestinya hanya didasarkan pada pangkat, jabatan, atau kekayaan. Sikap, integritas, ketulusan, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam menilai kualitas pribadi seseorang.
Pada akhirnya, jabatan merupakan amanah, kekuasaan membawa tanggung jawab, dan setiap kelebihan seharusnya menjadi jalan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Pesan Kapolri tersebut menjadi pengingat bahwa kerendahan hati dan akhlak mulia perlu dijaga dalam setiap keadaan. Dengan menghormati sesama, membantu mereka yang membutuhkan, serta menjauhi sikap angkuh, nilai-nilai keimanan dapat diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
By. Helmy
- Penulis: Haris Efendi






