Festival KREASI GTK Lampung 2026 Dibuka Parosil, 15 Kabupaten/Kota Adu Gagasan dan Inovasi Pendidikan
- account_circle Edwin
- calendar_month 52 menit yang lalu
- print Cetak

LAMPUNG BARAT, INC MEDIA – Festival KREASI GTK Lampung 2026 resmi dibuka Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di GOR Aji Saka, Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (1/9/2026).
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gamolan pekhing, alat musik tradisional khas Lampung. Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan pendidikan tidak harus tercerabut dari akar budaya daerah.
Festival KREASI GTK berlangsung selama empat hari, 31 Agustus hingga 3 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan guru dan tenaga kependidikan dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Mengusung tema “Pembelajaran Mendalam Berakar Budaya”, festival tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk bertukar gagasan, memamerkan inovasi, serta berbagi praktik baik dalam pembelajaran.
Festival KREASI GTK Perkuat Kolaborasi Pendidikan
Festival KREASI GTK Lampung 2026 tidak berhenti pada seremoni pembukaan. Panitia menghadirkan forum diskusi, talk show inovatif, bazar, pameran karya, perlombaan, hingga kegiatan senam Anak Indonesia Hebat bersama Yayasan Jantung Indonesia.
Pameran menampilkan berbagai karya dari 15 kabupaten/kota. Materinya mencakup inovasi pembelajaran, produk unggulan sekolah, serta kerajinan tangan.
Para guru juga mendapatkan ruang untuk berbagi pengalaman secara langsung melalui talk show. Forum tersebut diharapkan mampu memperluas pertukaran praktik baik antarpendidik di berbagai wilayah Lampung.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada peserta.
Selain itu, kegiatan tersebut dirangkai dengan soft launching Unit Layanan Disabilitas Akomodasi yang Layak (ULD AYL). Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol secara bersama-sama.
Parosil: Pendidikan Tidak Bisa Diseragamkan
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menilai Festival KREASI GTK menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarinstansi pendidikan di Provinsi Lampung.
Menurut Parosil, pemerintah tidak dapat menerapkan pendekatan pendidikan yang sama untuk seluruh daerah. Setiap wilayah memiliki karakter budaya, masyarakat, serta kondisi lingkungan yang berbeda.
“Bagaimana kita melakukan sinergi antarinstansi pendidikan di Lampung. Tidak bisa disamakan satu daerah dengan daerah yang lain, terutama dalam budaya pendidikannya. Festival ini menjadi salah satu wadah untuk kita berkolaborasi,” kata Parosil.
Ia berharap Festival KREASI GTK dapat memberikan suasana baru bagi dunia pendidikan, khususnya di Lampung Barat.
Parosil juga mendorong agar pembelajaran terus berkembang. Menurutnya, proses belajar harus semakin menyenangkan, kreatif, sekaligus mampu mengikuti perubahan zaman.
Namun, pengembangan pendidikan tidak cukup berhenti pada metode belajar. Pemerintah daerah juga harus memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Festival KREASI GTK Diwarnai Program Pendidikan Gratis
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kecamatan Balik Bukit.
Sebanyak 1.998 siswa tercatat sebagai penerima program tersebut.
Pemkab Lampung Barat juga telah menjalankan sejumlah program beasiswa. Program tersebut mencakup beasiswa kedokteran, seni budaya, serta bidang lainnya.
Menurut Parosil, program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh menutup diri terhadap kritik. Evaluasi dari masyarakat, kata dia, diperlukan agar setiap program benar-benar memberikan manfaat.
“Saya siap dikritik jika program yang digulirkan pemerintah tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Mendikdasmen Tekankan Peran Strategis Guru
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D., hadir mewakili Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Maila menegaskan transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Perubahan harus benar-benar dirasakan peserta didik di dalam ruang kelas.
Menurutnya, guru memegang peranan penting dalam menentukan kualitas pengalaman belajar siswa.
“Kita membutuhkan guru yang kreatif dalam merancang pembelajaran sekaligus menanamkan karakter untuk kemajuan siswa,” ujar Maila.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi guru serta peserta didik.
Perlindungan terhadap guru, menurut Maila, perlu diperkuat agar pendidik dapat menjalankan tugas secara profesional. Hal tersebut termasuk ketika guru melakukan pendisiplinan di lingkungan sekolah.
“Semangat KREASI ini bertemu dengan tema perlindungan guru. Kita ingin guru terlindungi dalam melakukan pendisiplinan di kelas. Arah kebijakan perlindungan hukum bagi guru ini perlu diterjemahkan untuk melindungi guru kita,” jelasnya.
Maila kemudian mencontohkan perjalanan Parosil Mabsus yang pernah menjadi murid hingga akhirnya menjadi kepala daerah.
“Pak Bupati hari ini dulunya adalah murid dan kemudian menjadi bupati berkat guru. Ini menunjukkan bahwa satu kesempatan yang diberikan kepada siswa bisa mengubah hidupnya,” katanya.
Kepala BGTK: Bukan Sekadar Seremoni
Kepala BGTK Lampung Hendra Apriawan menegaskan Festival KREASI GTK bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi ruang untuk memperkuat barisan para pendidik sekaligus menjawab berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi Lampung.
“Kami hadir bukan seremoni, tetapi untuk menguatkan barisan. Kami meyakini tugas kami bukan tugas yang mudah. Mendidik generasi muda adalah sesuatu yang harus dipersiapkan sebaik mungkin,” kata Hendra.
Ia berharap festival tersebut melahirkan gagasan dan semangat baru bagi guru serta tenaga kependidikan.
“Kita masih banyak pekerjaan rumah di Provinsi Lampung yang harus kita selesaikan. Mudah-mudahan momen ini menjadi momentum bagi kita untuk terus berkolaborasi dan bersinergi,” pungkasnya.
15 Kabupaten/Kota Hadir di Lampung Barat
Festival KREASI GTK Lampung 2026 dihadiri peserta dari 15 kabupaten/kota. Kehadiran para pendidik dari berbagai daerah memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan pendidikan.
Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., Kepala BGTK Lampung Hendra Apriawan, S.T., Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK, Ketua IKAD, Ketua organisasi wanita, Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, camat, serta kepala sekolah jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Lampung Barat.
Festival ini pada akhirnya bukan sekadar panggung kreativitas. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menguji sejauh mana gagasan, inovasi, perlindungan guru, dan keberpihakan terhadap peserta didik dapat diterjemahkan menjadi praktik pendidikan yang nyata.
INC MEDIA — Tegas, Objektif dan Terpercaya.
- Penulis: Edwin







