Bandar Lampung, INC MEDIA,  – Konflik internal keluarga Rusli Bintang, pendiri Yayasan Alih Teknologi (ALTEK) dan Universitas Malahayati Bandar Lampung, semakin memanas. Perselisihan ini mencakup sengketa kepengurusan yayasan serta polemik dalam rumah tangga Rusli Bintang dengan istrinya, Rosnati Syech.

Laporan Anak terhadap Ayah: Sengketa Yayasan ALTEK

Persoalan ini mencuat ketika Muhammad Khadafi, putra Rusli Bintang yang juga anggota DPR RI, melaporkan ayahnya ke Polda Lampung atas dugaan pemalsuan dokumen. Laporan tersebut tercatat dalam LP 442/X/2024/SPKT dengan dasar Pasal 263 KUHP.

Khadafi menuding adanya tindakan yang merugikan dirinya dan saudara-saudaranya dalam pengelolaan Yayasan ALTEK. Upaya damai sempat diusahakan, tetapi tidak menemukan titik temu.

Menanggapi laporan tersebut, Zulkarnaini Bintang, adik Khadafi, memberikan peringatan kepada seluruh pengurus yayasan, civitas akademika Universitas Malahayati, staf, serta karyawan untuk tidak mengikuti instruksi dari Khadafi dan pihak terkait.

“Bagi yang tidak menaati ketentuan, kami akan mengambil tindakan hukum yang tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia,” tegas Zulkarnaini.

Rusli Bintang juga menegaskan bahwa istri dan anak-anaknya tidak memiliki hak untuk menduduki jabatan dalam yayasan maupun universitas. Nama-nama seperti Hj. Rosnati Syech, Muhammad Khadafi, serta saudara-saudaranya disebut sudah tidak lagi menjadi bagian dari struktur kepengurusan yayasan.

Surat Terbuka Rosnati Syech Istri Sah : Hak yang Terampas

Di tengah sengketa yayasan, Rosnati Syech, istri sah Rusli Bintang, menulis surat terbuka yang menyentuh hati. Dalam surat tersebut, ia menyampaikan klarifikasi atas berbagai tuduhan serta menegaskan bahwa dirinya dan anak-anaknya adalah korban ketidakadilan.

Rosnati mengungkapkan bahwa hak-hak dirinya dan anak-anaknya dalam Yayasan ALTEK secara perlahan dihapus tanpa sepengetahuannya. Padahal, menurutnya, Rusli Bintang sebelumnya telah berjanji untuk menghibahkan aset usaha di Lampung kepada keluarga mereka. Namun, belakangan namanya serta anak-anaknya dikeluarkan dari struktur pembina dan digantikan oleh istri kedua Rusli beserta anak-anaknya.

Tak hanya soal yayasan, Rosnati juga menyinggung persoalan rumah tangga. Ia mengaku kecewa karena suaminya telah mengingkari janji untuk tidak menikah lagi tanpa seizinnya. Ia mengetahui fakta ini setelah menemukan dokumen paspor seorang anak Rusli Bintang yang bukan dari darah dagingnya.

“Realita berkata lain saat kelahiran cucu pertama saya. Saya dapati dokumen paspor anak Pak Rusli yang bukan darah daging saya,” tulis Rosnati.

Kekecewaannya memuncak saat Rusli Bintang secara terbuka mengakui memiliki tiga istri di hadapan warga Aceh. Bahkan, ia memasang spanduk anak dari istri keduanya yang maju sebagai calon anggota DPR RI (Dapil Aceh) di sepanjang jalan dari Aceh hingga Medan.

“Hati saya hancur sehancur-hancurnya. Saya selalu berusaha menjaga nama baik keluarga,” ungkapnya.

Ia pun berharap konflik ini segera berakhir dan tidak ada ibu lain yang mengalami hal serupa di masa depan.

Rusli Bintang Tegaskan Kepemimpinan Yayasan ALTEK

Menanggapi berbagai polemik yang muncul, Rusli Bintang melalui surat pemberitahuan tertanggal 6 Februari 2025 menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepengurusan di Yayasan ALTEK. Ia juga melarang Muhammad Khadafi beserta lima saudaranya untuk terlibat dalam struktur yayasan maupun universitas.

Rusli menunjuk Ir. H. Musa Bintang, MM sebagai Ketua Umum Yayasan ALTEK berdasarkan Akta Notaris tertanggal 4 November 2024. Sementara itu, kepemimpinan Universitas Malahayati dipercayakan kepada Dr. Achmad Farich, dr., MM melalui Surat Keputusan Nomor 075/SK/ALTEK/X/2024.

Zulkarnaini Bintang kembali menegaskan bahwa seluruh pengurus, staf, dan civitas akademika Universitas Malahayati harus patuh pada kepemimpinan yang sah.

“Kami telah menunjuk tim advokat dan konsultan hukum untuk melakukan langkah-langkah hukum yang diperlukan,” pungkasnya.

Kesimpulan

Konflik dalam keluarga Rusli Bintang kini mencakup dua aspek besar: sengketa kepengurusan Yayasan ALTEK serta perselisihan dalam rumah tangga. Dengan kedua belah pihak saling mempertahankan argumen masing-masing, persoalan ini tampaknya masih akan terus berlanjut. Publik pun menanti bagaimana penyelesaian dari konflik yang melibatkan bisnis, hukum, dan keluarga ini.