Sinergi Ulama dan Umara, Kapolri Silaturahmi ke Ponpes Tebuireng dan Ziarah Makam Gus Dur
- account_circle Redaksi
- calendar_month 8 menit yang lalu
- print Cetak

JOMBANG, INC MEDIA – Sinergi ulama dan umara menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memperkuat hubungan tersebut melalui silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng sekaligus berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Polri dengan kalangan ulama dan pesantren. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif.
Kapolri Kunjungi Ponpes Tebuireng
Kapolri bersama rombongan tiba di lingkungan Ponpes Tebuireng sekitar pukul 12.15 WIB. Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyambut langsung kedatangan rombongan.
Setibanya di kompleks pesantren, Kapolri terlebih dahulu menunaikan ibadah Salat Zuhur di masjid pondok. Setelah itu, ia bersama rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi kompleks pemakaman untuk berziarah ke makam Gus Dur.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga mencerminkan pentingnya komunikasi antara institusi kepolisian dan tokoh agama. Hubungan yang terjalin baik diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.
Ziarah Makam Gus Dur, Kenang Nilai Toleransi
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolri bersama rombongan memanjatkan doa dan melakukan tabur bunga di makam KH Abdurrahman Wahid.
Gus Dur dikenal sebagai tokoh bangsa yang memiliki peran penting dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, toleransi, dan keberagaman. Pemikiran serta keteladanannya menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Nilai-nilai tersebut tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk menjaga kerukunan di tengah perbedaan pandangan, latar belakang, dan keyakinan masyarakat.
Dalam konteks pemeliharaan kamtibmas, peran tokoh agama dan lingkungan pesantren juga penting untuk membangun kesadaran bersama mengenai perdamaian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama.
Sinergi Ulama dan Umara untuk Menjaga Kamtibmas
Silaturahmi Kapolri ke Ponpes Tebuireng dan ziarah ke makam Gus Dur menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Polri, ulama, tokoh agama, serta kalangan pesantren.
Sinergi ulama dan umara memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan nasional. Ulama dan tokoh agama memiliki kedekatan dengan masyarakat, sedangkan Polri menjalankan tugas menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Kolaborasi yang dibangun melalui komunikasi dan dialog diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan konflik sosial, menjaga toleransi, serta menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Karena itu, hubungan antara kepolisian dan kalangan pesantren perlu terus dipelihara melalui pendekatan yang terbuka, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren
Melalui silaturahmi tersebut, Polri menegaskan pentingnya membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama dan kalangan pesantren.
Komunikasi yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kebersamaan, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta menjaga keutuhan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Upaya menjaga keamanan tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai elemen bangsa. Dalam hal ini, ulama dan pesantren dapat menjadi mitra strategis untuk merawat persatuan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Silaturahmi Kapolri ke Ponpes Tebuireng dan ziarah ke makam Gus Dur menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban perlu berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan, toleransi, dan persaudaraan.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi






