Rosan Roeslani Perangi Premanisme Ormas: BYD hingga Vinfast Jadi Korban, Polri Turun Tangan!
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
- print Cetak

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani sudah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pemerintah pemda
Jakarta, INC MEDIA — Pemerintah pusat bersikap tegas terhadap aksi premanisme ormas yang makin meresahkan dunia investasi. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pemerintah daerah untuk menumpas aksi pungli yang dilakukan oleh oknum ormas.
Tak tanggung-tanggung, Rosan menyebut sudah mengantongi sejumlah laporan langsung dari para investor yang merasa terganggu, meski tak menyebutkan identitasnya secara rinci.
“Kami tidak bisa membiarkan aksi seperti ini terus berlangsung. Dampaknya sangat negatif terhadap iklim investasi,” ujar Rosan usai konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025).
BACA JUGA : Polda Lampung : Satu Buronan Narkoba yang Kabur Ditangkap di Aceh
Bahkan, koordinasi bukan hanya di tingkat pusat. Rosan telah menginstruksikan jajarannya di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk aktif bekerja sama dengan aparat kepolisian di tingkat Polda, Polres, hingga Polsek.
Aksi premanisme ini disebut-sebut sudah masuk ke kawasan industri strategis. Pabrik mobil listrik BYD dan Vinfast di Subang, Jawa Barat, menjadi korban terbaru tekanan ormas yang meminta ‘jatah preman’.
Namun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buru-buru menepis kekhawatiran tersebut. Ia menegaskan situasi di wilayahnya kini sudah aman dan kondusif untuk investasi.
“Dicek saja ke lokasi, sekarang sudah sangat aman. Enggak ada lagi itu ormas minta-minta. Yang jual Aqua saja sudah hampir enggak kelihatan,” ucap Dedi, Rabu (23/4).
BACA JUGA : Dukung UMKM dan Tawarkan Harga Grosir, Ar-Rahim Hadir Jadi Nafas Baru Ekonomi Campang Raya
Langkah tegas pemerintah ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kepercayaan investor dan menciptakan ekosistem usaha yang bebas dari intimidasi.
(Red/hrs)
- Penulis: Haris Efendi



