Pembangunan Taman Wisata Pemancingan Tubaba Dinilai Gagal Total, Dana Besar Diduga Dikorupsi!
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
- print Cetak

Tulang Bawang Barat (incmedia.site) — Proyek pembangunan Taman Wisata Pemancingan yang digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) tahun 2024 kini mendapat sorotan tajam dari publik. Meski proyek ini menghabiskan dana ratusan juta rupiah, kondisinya justru tampak terbengkalai dan jauh dari harapan masyarakat.
Proyek yang baru selesai dikerjakan pada akhir tahun lalu ini kini sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Area sekitar taman wisata yang diharapkan menjadi daya tarik utama justru terlihat kumuh dan tak terawat, menimbulkan kekhawatiran publik jika dana besar yang digelontorkan sia-sia begitu saja.
BACA JUGA : Siap – Siap!! Kejagung Tidak Main-Main Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah dan Para Kades Se-Indonesia
Menurut informasi yang beredar, proyek ini juga terindikasi menyimpan masalah serius, termasuk potensi adanya praktek korupsi di balik layar. Pasalnya, kualitas fisik proyek yang seharusnya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan ternyata jauh dari ekspektasi. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada permainan anggaran yang bisa berujung pada kerugian negara.
Proyek ini dilaksanakan oleh CV. Global Konstruksi sebagai pelaksana dan diawasi oleh CV. LARAS CIPTA selaku konsultan pengawas, dengan total anggaran mencapai Rp312.832.000. Meskipun demikian, anggaran yang besar ini tampaknya tidak sebanding dengan hasil yang diterima.
BACA JUGA : Komitmen Berantas Korupsi, Polri dan KPK tingkatkan Sinergi
Agus, seorang warga yang berada di sekitar lokasi proyek, mengungkapkan kekecewaannya.
“Gimana bisa proyek yang habiskan duit segitu, tapi hasilnya cuma begini? Apalagi nggak dirawat, jadi sia-sia aja. Kalau duit sebanyak itu dipakai untuk hal lain yang lebih bermanfaat, pasti bisa lebih berguna buat masyarakat,” ujarnya dengan kesal saat ditemui wartawan pada Rabu, (5/3/2025).
Sementara itu, upaya untuk mengonfirmasi perihal dugaan masalah ini ke Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Tubaba, Sumardi, belum membuahkan hasil. Ketika wartawan mendatangi kantor, Sumardi sedang tidak ada di tempat. Sampai berita ini diturunkan, pejabat terkait belum memberikan klarifikasi resmi.
Dugaan adanya penyalahgunaan anggaran serta kualitas proyek yang buruk makin memicu kemarahan warga, yang berharap agar pihak berwenang segera melakukan investigasi lebih mendalam. (Tim)
- Penulis: Haris Efendi



