Paskibraka Cirebon 2026: Wali Kota Beri Motivasi dan Tegaskan Duta Pancasila
- account_circle Wahidin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Paskibraka Cirebon 2026 Wali Kota Beri Motivasi Generasi Muda
Cirebon, INC MEDIA — Paskibraka Cirebon 2026 menjadi sorotan utama dalam kegiatan pembinaan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat Kota Cirebon. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memberikan arahan dan motivasi langsung kepada para peserta di Balai Kota Cirebon, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menegaskan peran strategis Paskibraka sebagai wadah pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda di Kota Cirebon.
Motivasi Wali Kota untuk Paskibraka Cirebon 2026
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa Paskibraka tidak lagi sekadar petugas pengibar bendera. Ia menegaskan perubahan peran yang lebih luas dalam pembentukan karakter kebangsaan.
“Paskibraka hari ini tidak lagi hanya dituntut memiliki kemampuan baris-berbaris yang baik, tetapi juga harus menjadi generasi muda yang berkarakter Pancasila. Kalian adalah Duta Pancasila Kota Cirebon yang diharapkan mampu menjadi teladan, baik selama bertugas maupun setelah kembali ke lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujar Wali Kota.
Pernyataan ini mempertegas posisi Paskibraka sebagai representasi nilai-nilai kebangsaan yang harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Paskibraka Cirebon 2026 dan Peran Duta Pancasila
Dalam konteks Paskibraka Cirebon 2026, para peserta diproyeksikan sebagai Duta Pancasila yang memiliki tanggung jawab moral lebih besar. Pembinaan diarahkan untuk memperkuat ideologi, etika, serta kepemimpinan.
Wali Kota juga menekankan pentingnya proses pembinaan yang profesional dan bebas dari kekerasan.
“Saya meminta seluruh proses pembinaan dilaksanakan secara profesional, terukur, dan mengedepankan pembentukan karakter. Disiplin harus dibangun secara konstruktif, tanpa kekerasan fisik maupun verbal, sehingga para calon Paskibraka dapat berkembang dalam lingkungan yang aman dan saling menghargai,” tegasnya.
Pembinaan Paskibraka Cirebon 2026 Tanpa Kekerasan
Pendekatan pembinaan menjadi perhatian utama dalam program Paskibraka Cirebon 2026. Wali Kota menekankan bahwa kedisiplinan harus dibentuk melalui pendekatan edukatif, bukan tekanan fisik.
Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama tim dalam menjalankan tugas pengibaran bendera.
“Kalian adalah hasil seleksi terbaik dari SMA, SMK, dan MA di Kota Cirebon. Tinggalkan identitas sekolah masing-masing dan satukan langkah sebagai satu tim. Dalam Paskibraka, keberhasilan hanya bisa diraih melalui kekompakan, fokus, dan rasa tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Proses Seleksi Paskibraka Cirebon 2026 oleh Bakesbangpol
Kepala Bakesbangpol Kota Cirebon, Eli Haryati, menjelaskan bahwa proses seleksi Paskibraka merupakan bagian dari kaderisasi calon pemimpin bangsa.
Seleksi dilakukan secara bertahap dan objektif dengan mengacu pada sistem dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Tahapan meliputi Pembinaan Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, serta Tes Inteligensia Umum.
Dari 212 peserta yang mendaftar, sebanyak 182 peserta lolos seleksi administrasi. Setelah rangkaian tes lanjutan, terpilih 32 peserta terbaik yang akan bertugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Cirebon.
Hasil Akhir Paskibraka Cirebon 2026 dan Perwakilan Provinsi
Hasil akhir Paskibraka Cirebon 2026 menetapkan 16 putra dan 16 putri terbaik dari sembilan SMA, SMK, dan MA negeri di Kota Cirebon.
Selain itu, satu peserta putra, Hadi Jaya Kusuma Hartono dari SMA Negeri 2 Kota Cirebon, terpilih mewakili ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, peserta putri Stefi Arifa dari SMA Negeri 1 Kota Cirebon melanjutkan seleksi ke tingkat provinsi dan pusat.
Eli Haryati memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berjuang dalam proses seleksi.
“Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terus berkembang dan menjadi generasi penerus yang mampu membawa nama baik Kota Cirebon,” harapnya.
Program Paskibraka Cirebon 2026 tidak hanya menjadi ajang seleksi pasukan pengibar bendera, tetapi juga ruang strategis pembentukan karakter nasionalisme, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
- Penulis: Wahidin



