Mutasi Polri 199 Personel: Kapolda Lampung Berganti, Brigjen Pol Yustan Alpiani Dipercaya
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 39 menit yang lalu
- print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA — Mutasi Polri 199 personel menjadi bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026, sejumlah pejabat tinggi dan perwira menengah mendapat penugasan baru, termasuk pada jabatan strategis di tingkat Mabes Polri dan kepolisian daerah.
Pergantian tersebut mencakup posisi Wakabaintelkam Polri, Kakorlantas Polri, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Kalimantan Utara, hingga Kapolda Lampung. Perubahan ini menjadi bagian dari penataan personel untuk menjaga kesinambungan tugas sekaligus memperkuat kinerja institusi kepolisian.
Mutasi Polri 199 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
Mutasi terhadap 199 personel tersebut melibatkan Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, serta integritas masing-masing anggota.
Di lingkungan Mabes Polri, Irjen Pol Wawan Muliawan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri. Posisi Wakabaintelkam Polri selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Anom Setyadji.
Sementara itu, jabatan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri yang sebelumnya diemban Irjen Pol Wibowo kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Aries Syahbudin.
Pergantian tersebut menempatkan sejumlah perwira pada tanggung jawab baru yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari intelijen, lalu lintas, hingga pengamanan dan pelayanan masyarakat di daerah.
Mutasi Kapolda Lampung: Brigjen Pol Yustan Alpiani Menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf
Perhatian masyarakat Lampung tertuju pada pergantian pucuk pimpinan Polda Lampung. Dalam mutasi kali ini, Brigjen Pol Yustan Alpiani dipercaya menjabat Kapolda Lampung, menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf.
Pergantian pimpinan di tingkat kepolisian daerah memiliki arti penting karena Kapolda memegang tanggung jawab strategis dalam mengoordinasikan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta pelayanan kepolisian di wilayahnya.
Masyarakat tentu berharap kepemimpinan baru dapat menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan profesionalisme anggota, dan memperkuat respons terhadap berbagai persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain Lampung, pergantian juga terjadi di Polda Kepulauan Bangka Belitung. Irjen Pol Agus Wijayanto dipercaya menjabat Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, menggantikan Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing.
Adapun jabatan Kapolda Kalimantan Utara kini diemban Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik, menggantikan Irjen Pol Agus Wijayanto.
Rangkaian perubahan ini menunjukkan adanya penataan jabatan pada sejumlah wilayah strategis. Namun, keberhasilan mutasi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pergantian pejabat, tetapi juga oleh kemampuan pimpinan baru menerjemahkan tanggung jawab jabatan menjadi kinerja nyata.
Kadiv Humas Polri: Mutasi Berdasarkan Kebutuhan Organisasi dan Meritokrasi
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier. Langkah tersebut bertujuan memperkuat kinerja institusi sekaligus memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, penempatan pejabat harus mempertimbangkan kemampuan dan rekam jejak agar setiap personel dapat menjalankan amanah secara profesional. Prinsip meritokrasi juga menjadi landasan dalam menempatkan anggota sesuai kebutuhan institusi.
Johnny turut menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi organisasi. Ia berharap pengabdian para pejabat sebelumnya menjadi landasan bagi penerusnya untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kinerja sesuai bidang masing-masing.
Pejabat Baru Diminta Segera Beradaptasi dan Menjaga Integritas
Johnny juga menekankan pentingnya adaptasi bagi para pejabat yang memperoleh penugasan baru. Mereka diharapkan segera memahami lingkungan kerja, karakteristik wilayah, serta tantangan yang dihadapi agar pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal.
“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa mutasi jabatan tidak boleh berhenti pada perubahan struktur organisasi. Setiap pejabat baru dituntut menunjukkan hasil kerja yang terukur, menjaga integritas, serta memastikan pelayanan kepolisian berjalan secara profesional dan responsif.
Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan seorang pejabat kepolisian bukan semata-mata pangkat atau jabatan yang disandang. Kinerja di lapangan, kepastian penanganan laporan, keterbukaan informasi, serta sikap anggota dalam melayani masyarakat juga menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan publik.
Mutasi Polri Harus Berdampak pada Pelayanan Masyarakat
Polri menegaskan bahwa penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat.
“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri “Polisi Bersama Masyarakat”. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Johnny.
Dengan pergantian 199 personel tersebut, publik kini menantikan implementasi kebijakan dan kinerja para pejabat yang menerima amanah baru. Khusus di Lampung, kepemimpinan Brigjen Pol Yustan Alpiani diharapkan mampu menjaga keamanan, memperkuat penegakan hukum, serta meningkatkan kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pada akhirnya, mutasi akan memperoleh makna strategis apabila mampu mendorong perubahan positif, memperkuat profesionalisme, dan menghadirkan institusi kepolisian yang semakin dipercaya masyarakat.
Penulis: Helmy
- Penulis: Haris Efendi






