Amman, INC MEDIA – Kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kerajaan Yordania Hasyimiyah menjadi momen bersejarah yang sarat makna persahabatan dan diplomasi tingkat tinggi. Presiden Prabowo yang tiba di Bandara Militer Marka, Amman, Minggu (13/04/2025) pukul 17.56 waktu setempat, disambut dengan penghormatan luar biasa oleh Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein.

Kehadiran Presiden Prabowo di langit Yordania telah disambut sejak awal dengan pengawalan dua jet tempur Angkatan Udara Yordania. Jet-jet itu mengiringi pesawat kepresidenan PK-GRD hingga mendarat di Marka, memperlihatkan penghargaan tinggi terhadap kunjungan kenegaraan ini.
Setibanya di tangga pesawat, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Raja Abdullah II dengan jabat tangan erat dan pelukan hangat—gestur yang mencerminkan kedekatan personal dan saling percaya di antara kedua pemimpin.
BACA JUGA : Rp60 Miliar untuk Kebebasan: Skandal Suap Mengguncang Dunia Peradilan
Prosesi penyambutan kenegaraan berlangsung megah dan khidmat. Keduanya berjalan berdampingan melewati pasukan jajar kehormatan, memperkenalkan delegasi masing-masing, lalu berdiri di podium utama untuk mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Yordania. Dentuman meriam 21 kali menandai penghormatan tertinggi kepada tamu negara.
Salah satu momen yang paling berkesan terjadi usai upacara penyambutan ketika Raja Abdullah II secara pribadi mengantar Presiden Prabowo ke hotel tempatnya bermalam. Lebih dari sekadar gestur simbolik, Raja Abdullah II sendiri yang menyopiri mobil kenegaraan, sementara Presiden Prabowo duduk di kursi penumpang di sebelahnya—sebuah pemandangan langka dalam dunia diplomasi yang menunjukkan tingkat kedekatan yang luar biasa.

Sebelum menaiki kendaraan, Presiden Prabowo sempat memberi penghormatan kepada jet tempur Yordania yang melakukan flypass kedua, melintasi langit Marka dengan keanggunan dan keperkasaan.
Kunjungan Prabowo ke Yordania merupakan bagian akhir dari lawatan diplomatik ke Timur Tengah yang mencakup Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, dan Qatar. Misi utama lawatan ini adalah mendorong solusi damai atas krisis di Gaza, Palestina, termasuk rencana evakuasi warga sipil ke Indonesia.
BACA JUGA : Kapolri Sesalkan Dugaan Kekerasan terhadap Pewarta ANTARA: Komitmen Tindaklanjuti Insiden Secara Transparan
Selain membawa pesan perdamaian, Presiden Prabowo juga menjajaki penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, membuka peluang kemitraan baru dengan negara-negara kawasan.
Dalam kunjungan ini, Presiden turut didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Yordania, Ade Padmo Sarwono.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi momentum diplomatik, tetapi juga simbol eratnya ikatan antar pemimpin dan bangsa, yang dilandasi semangat solidaritas, persaudaraan, dan tekad bersama membangun perdamaian global.**











