Breaking News
light_mode

Ketua AMP : Gaji Aparatur Desa di Kabupaten Pesawaran Hanya dibayarkan 10 Bulan pertahun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
  • print Cetak

Pesawaran, INC MEDIA — Keluh kesah aparat Desa di Kabupaten Pesawaran semakin menjadi-jadi, 2 Bulan Gaji di Tahun 2021 masih belum di bayarkan oleh pemerintah Daerah setempat.

Safrudin Tanjung Ketua Aliansi Masyarakat Pesawaran (AMP) angkat bicara terkait tertunggak nya Gaji Aparatur Desa di Kabupaten Pesawaran yang selama 2 Bulan belum di bayar hal itu dikatakan Saprudin Tanjung kepada sejumlah media pada  Rabu, (11/09/2024).

Dikatakan Safrudin Tanjung, Gaji Aparatur Desa seharusnya di tahun 2021 genap 12 bulan, tapi faktanya hanya di bayar 10 Bulan.

“Iya, jadi banyak ya aparat Desa datang ke kantor Aliansi ini yang berkeluh kesah, Sangat miris sekali, Gaji Aparatur Desa di Pesawaran yang bersumber dari APBD Kabupaten ini tertunggak 2 Bulan di Tahun 2021 dan sampai saat ini tahun 2024 belum dibayar.” Sesal Tanjung. 

Saprudin Tanjung menjelaskan Tunggakan pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran sangat Fantastis, hingga 11 Milyar lebih.

“Permasalahan ini sebenarnya sudah sangat panjang, Alokasi Dana Desa (ADD) ini diambil dari APBD, setiap Tahun dianggarkan 12 bulan, di Tahun 2021 dianggarkan 12 bulan, tapi yang terbayar hanya 10 Bulan, kemudian di tahun 2022 dibayar 12 bulan, tapi yang 2 bulan untuk membayar yang tertunda kemarin. Seakan bayar hutang di tahun 2021, begitupun di tahun 2023 sama saja, di bayar 12 bulan, tapi yang diterima hanya 10 bulan, begitu seterusnya sampai sekarang, sebenernya duit 2 bulan ini kemana, sudah dianggarkan, tapi belum di bayar, dan nilainya sangat fantastis luar biasa, karena semua gaji Kepala desa sampai ke BPD sudah kita kalkulasi, jumlah desa, jumlah kaur, RT/RW yang 2 bulan tertunggak di tahun 2021 sampai sekarang dananya gak jelas, karna gak ada yang namanya bayar tunda atau tunda bayar, setiap tahun pasti dianggarkan 12 bulan, dan 12 bulan ini harusnya lunas, gak ada yang tertunggak karna sudah dianggarkan,” Ungkap Tanjung. 

Lanjut Saprudin Tanjung, “Ini kita punya catatannya, kalau di kalkulasikan seluruh Desa di Kabupaten Pesawaran ini Pemda Pesawaran menunggak 1 milyar lebih, yang pertama gaji Kepala Desa yang tertunggak selama 2 bulan dikalikan 144 Desa totalnya Rp.1.080.000.000, kemudian Sekretaris Desa Rp.820.800.000, Kaur dan Kasi Rp. 715.200.000, Kepala Dusun Rp. 3.583.400.000, RT Rp.1.197.000.000, dan BPD Rp. 799.200.000 Jadi Totalnya senilai: RP. 11.195.600.000,- ( sebelas milyar seratus sembilan puluh lima juta enam ratus ribu rupiah ) masya allah, kemana ini uangnya” Sesal Tanjung dengan nada curiga.

Baca Juga : Aliansi Masyarakat Pesawaran Tagih Janji Ketegasan Bawaslu Dalam Mencegah Pelanggaran Pemilu 

Berdasarkan temuan tersebut, Kemudian Tim AMP turun ke lapangan untuk mendengar langsung keluhan-keluhan aparat Desa, dan tim menemukan beberapa perangkat desa, salah satu perangkat Desa yang tak ingin disebutkan namanya sangat menyayangkan sikap pemerintah kabupaten Pesawaran yang kurang perduli terhadap aparat Desa di Kabupaten setempat.

“Iya mas, jadi akhir Tahun 2021 gaji kami aparat Desa sempet macet 2 bulan, hanya di bayar 10 Bulan, Januari sampai Oktober, Bulan November dan Desember itu di bayar di tahun 2022, aneh sekali, kemana uang kami, dan sampai tahun 2024 masih sama, gajih November dan Desember tahun 2023 dibayarkan di bulan Januari dan Februari 2024. Dan lebih menyakitkan lagi mas, kami dituntut menagih PBB tiap Tahun dari rumah ke rumah semaksimal mungkin dan targetnya 100%, target saya sudah cukup mas 100%, tapi masih saja belum dibayar sama pemda” ucapnya.

Safrudin Tanjung berharap pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran segera membayar gaji perangkat Desa yang tertunggak, dan iya meyakini di tahun 2024 ini pemerintah daerah tidak akan sanggup membayar tunggakan yang dimaksud.

“Semoga ini bisa didengar oleh pemerintah daerah, kasihan lah perangkat-perangkat Desa, sudah bekerja maksimal, tapi hak-haknya belum juga dipenuhi, dan sayapun meyakini 2 bulan yang tertunggak ini pemerintah daerah belum mampu membayarnya,” Tutup Tanjung.

(Feb/tim)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPD BPDI Pesawaran Minta Tindak Tegas ASN yang Terbukti Melanggar Aturan 

    Ketua DPD BPDI Pesawaran Minta Tindak Tegas ASN yang Terbukti Melanggar Aturan 

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Menjelang  Pilkada 2024, pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) kian masif, bahkan terang-terangan dipertontonkan kepada publik. Kondisi itu dikhawatirkan mengancam profesionalisme kerja aparatur dalam melayani publik, selain mobilisasi sumber daya birokrasi untuk pemenangan kandidat tertentu. Sesuai dengan peraturan ASN, Sebaiknya  bertindak untuk menjaga Netralitas dalam Pilkada 2024 yang masuki masa kampanye, […]

  • Ngaji Kebangsaan Gus Baha, Kapolda Aceh Tekankan Sinergi Polri dan Ulama

    Ngaji Kebangsaan Gus Baha, Kapolda Aceh Tekankan Sinergi Polri dan Ulama

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Helmy
    • 0Komentar

    Banda Aceh, INC MEDIA – Ngaji Kebangsaan Gus Baha menjadi bagian dari pembinaan rohani yang diikuti Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, Sabtu, 26 September 2026. Kapolda Aceh mengikuti kegiatan tersebut secara hybrid dari Gedung Presisi Polda Aceh. Kegiatan juga diikuti […]

  • Mantan Bupati Pesawaran Beri Restu untuk Paslon SUPER: “Cintai dan Layani Rakyat!”

    Mantan Bupati Pesawaran Beri Restu untuk Paslon SUPER: “Cintai dan Layani Rakyat!”

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA – Dukungan moral datang dari tokoh penting Pesawaran, H. Aries Sandi DP, Bupati Pesawaran periode 2010–2015, kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1, Supriyanto-Suriansyah, yang dikenal dengan jargon “SUPER”. Dalam momen penuh haru usai mencoblos di TPS 06 Dusun Penengahan, Desa Gedongtataan, Sabtu (24/5/2025), Aries Sandi menyampaikan harapan besar […]

  • Lomba Lari Antar-Satker Polda Aceh Semarakkan Olahraga Jumat, Kapolda Dorong Sportivitas Personel

    Lomba Lari Antar-Satker Polda Aceh Semarakkan Olahraga Jumat, Kapolda Dorong Sportivitas Personel

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Helmy
    • 0Komentar

    Banda Aceh, INC MEDIA — Lomba lari antar-satker Polda Aceh mewarnai kegiatan olahraga bersama di Lapangan Polda Aceh, Jumat, 4 September 2026. Kegiatan yang diinisiasi langsung Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan itu menjadi cara baru untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat kekompakan personel. Olahraga bersama tersebut diawali dengan berjalan kaki. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan […]

  • DPW CISEBA Lampung Kawal Padepokan Gajah Meta, Perguruan Silat Historis yang Berakar dari Jawa Barat

    DPW CISEBA Lampung Kawal Padepokan Gajah Meta, Perguruan Silat Historis yang Berakar dari Jawa Barat

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Euis Novana, SH
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, INC MEDIA — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) CISEBA Media Provinsi Lampung terus memperkuat jaringan silaturahmi, kebudayaan, dan persaudaraan masyarakat Banten–Lampung. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Padepokan Gajah Meta CISEBA Bandar Lampung, sebuah perguruan pencak silat yang memiliki nilai historis dan akar tradisi dari Jawa Barat. Padepokan Gajah Meta CISEBA saat ini berpusat […]

  • Dampak AI Pers: Diskusi FGD 2026 Soroti Etika, Verifikasi, dan Masa Depan Jurnalisme

    Dampak AI Pers: Diskusi FGD 2026 Soroti Etika, Verifikasi, dan Masa Depan Jurnalisme

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Karim Saputra
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA – Dampak AI pers menjadi sorotan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) 2026 bertema “Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Kebebasan Pers dan Media” yang digelar di Bandar Lampung, Selasa (5/5/2026). Forum ini mengupas secara mendalam bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah jurnalistik, terutama dalam aspek verifikasi informasi dan kebebasan pers. […]

expand_less