Kapolda Aceh Strong Point, Pastikan Lalu Lintas Aman dan Lancar: Polisi Harus Dirasakan Masyarakat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan turun langsung meninjau pelaksanaan strong point untuk memastikan lalu lintas aman dan lancar di sejumlah titik strategis Kota Banda Aceh, Senin (19/10/2026). Langkah ini menegaskan pentingnya kehadiran polisi di lapangan sebagai bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.
Peninjauan tersebut menyasar tiga lokasi, yakni Simpang BPKP, Simpang BSI Pasar Aceh, dan depan Masjid Raya. Kapolda Aceh ingin memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Kapolda Aceh Strong Point, Tinjau Langsung Pelayanan Lalu Lintas
Kehadiran Kapolda Aceh di lapangan bukan sekadar kegiatan pemantauan rutin. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan personel kepolisian menjalankan tugas secara efektif dan memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan.
Pengaturan lalu lintas di persimpangan strategis memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga. Kehadiran petugas di titik-titik tersebut juga membantu menjaga ketertiban serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas.
Melalui kegiatan strong point, kepolisian diharapkan mampu mengantisipasi potensi gangguan kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program Strong Point Perkuat Pelayanan Kepolisian
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menjelaskan, kegiatan strong point merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas Kapolri, khususnya pengaturan lalu lintas pada pagi hari.
Menurutnya, kehadiran personel di jalan raya menjadi salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Upaya tersebut juga sejalan dengan tagline Polisi Bersama Masyarakat yang, menurut keterangan dalam rilis, dicanangkan dan digelorakan oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Semangat tersebut menekankan pentingnya kedekatan, kepedulian, serta keterlibatan polisi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kapolda Aceh berupaya memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kepolisian yang nyata sekaligus meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Ini merupakan wujud semangat Polisi Bersama Masyarakat,” kata Joko dalam rilisnya, Senin, 19 Oktober 2026.
Polisi Harus Hadir dan Dirasakan Masyarakat
Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendorong personel memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Joko mengatakan, personel kepolisian harus siap membantu warga, terutama dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas. Dengan demikian, keberadaan polisi tidak hanya terlihat melalui seragam dan pos penjagaan, tetapi juga dirasakan melalui pelayanan yang nyata.
Pelayanan lalu lintas yang konsisten membutuhkan kesiapsiagaan personel, kedisiplinan dalam bertugas, serta pendekatan yang mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Kesadaran masyarakat untuk mematuhi rambu dan arahan petugas juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lalu lintas yang tertib.
Karena itu, kegiatan strong point diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas pengaturan kendaraan. Program tersebut perlu menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan yang mengutamakan keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.
“Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, diharapkan Polri semakin dekat dengan warga dan mampu menghadirkan rasa aman melalui pelayanan yang manfaatnya dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Melalui peninjauan langsung tersebut, Polda Aceh menegaskan pentingnya kehadiran personel di tengah masyarakat. Ukuran keberhasilan pelayanan kepolisian pada akhirnya bukan hanya pelaksanaan kegiatan, melainkan juga manfaat yang dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi





