HUT ke-25 Kota Langsa: Pemko Luncurkan Nikah Gratis, Raih Rekor MURI, dan Santuni 2.028 Anak Yatim
- account_circle Redaksi
- calendar_month 44 menit yang lalu
- print Cetak

KOTA LANGSA, INC MEDIA – HUT ke-25 Kota Langsa menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Langsa untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat pelayanan dan kepedulian sosial. Dalam peringatan yang mengusung tema “Bangkit dari Bencana, Gerak Cepat Bantu Rakyat Menuju Langsa Juara” tersebut, Pemko Langsa meluncurkan program nikah gratis, menerima penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), serta menyalurkan santunan kepada 2.028 anak yatim dan piatu.
Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Langsa berlangsung di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Sabtu (17/10/2026). Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., memimpin langsung upacara tersebut. Sementara itu, Reza Ardiansyah, S.STP., M.SP., bertugas sebagai komandan upacara.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, KNPI, mahasiswa, pelajar, Pramuka, hingga elemen masyarakat lainnya.
Peringatan hari jadi ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan Kota Langsa, tetapi juga menjadi sarana menunjukkan langkah konkret pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
HUT ke-25 Kota Langsa Hadirkan Program Sosial
Sejumlah agenda penting mewarnai peringatan HUT ke-25 Kota Langsa. Salah satunya peluncuran program nikah gratis yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Pemko Langsa juga menerima penghargaan MURI atas rekor pembukaan 1.186 Rekening Saku Valas BCA Syariah. Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan dalam rangkaian perayaan hari jadi Kota Langsa.
Di bidang sosial, pemerintah memberikan santunan kepada 2.028 anak yatim dan piatu. Selain itu, kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan santunan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.
Pemko Langsa turut memberikan bantuan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan ini diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rangkaian acara juga menampilkan pemaparan berbagai prestasi Kota Langsa di tingkat provinsi dan nasional, prosesi potong tumpeng, serta tarian kreasi daerah dari Sanggar Banda Beutari. Pertunjukan tersebut memperkuat nuansa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal.
Wali Kota Langsa Tekankan Kolaborasi Pembangunan
Dalam amanatnya, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra menegaskan bahwa peringatan HUT ke-25 bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini, menurutnya, harus menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pendahulu, mengevaluasi perjalanan pembangunan, dan memperkuat komitmen menghadapi tantangan ke depan.
“Dua puluh lima tahun perjalanan Kota Langsa merupakan perjalanan panjang yang di dalamnya terdapat sejarah, tantangan, perjuangan, pengabdian, keberhasilan, serta berbagai pembelajaran yang sangat berharga,” ujarnya.
Jeffry menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan ulama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, pemuda, perempuan, komunitas, serta aparatur pemerintahan.
Atas nama Pemerintah Kota Langsa, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang selama 25 tahun ikut menjaga, membangun, dan membesarkan kota tersebut.
Menurut Jeffry, arah pembangunan ke depan harus melampaui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga perlu memperkuat kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda.
Selain itu, pelestarian lingkungan dan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta berorientasi pada pelayanan publik harus menjadi bagian penting dari pembangunan Kota Langsa.
Program Langsa Juara Siapkan Pelatihan untuk 210 Warga
Untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas peluang kerja, Pemko Langsa melanjutkan Program Langsa Juara melalui pelatihan life skill development tahap kedua.
Program yang dilaksanakan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan tersebut menyasar 210 warga berusia 17 hingga 40 tahun.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Terdapat lima bidang pelatihan yang direncanakan. Bahasa Jepang diikuti 40 peserta, Bahasa Inggris 40 peserta, pelatihan coffee barista 50 peserta, serta operator alat berat sebanyak 50 peserta. Sementara itu, jumlah peserta untuk pelatihan servis sepeda motor belum disebutkan dalam informasi yang tersedia.
Program peningkatan keterampilan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta, melainkan juga oleh kualitas pelatihan, kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja, dan peluang penempatan kerja setelah pelatihan.
HUT ke-25 Kota Langsa Jadi Momentum Pemulihan
Melalui peringatan HUT ke-25, Pemerintah Kota Langsa menegaskan komitmen untuk memperkuat kebersamaan, memperluas kepedulian sosial, dan meningkatkan sinergi seluruh elemen masyarakat.
Peluncuran nikah gratis, santunan bagi anak yatim dan piatu, bantuan UMKM, serta pelatihan keterampilan menjadi bagian dari rangkaian upaya tersebut.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program berjalan secara berkelanjutan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat “Bangkit dari Bencana, Gerak Cepat Bantu Rakyat Menuju Langsa Juara”, peringatan hari jadi ini diharapkan menjadi titik penguatan pembangunan yang tidak hanya terlihat dari capaian dan penghargaan, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan, kesempatan kerja, dan kualitas pelayanan publik.
Pewarta: Supriaman
- Penulis: Redaksi





