Prof. Henry Indraguna Apresiasi Komitmen Polri Berantas Peredaran Narkoba
- account_circle Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA – Pengamat hukum Prof. Henry Indraguna mengapresiasi komitmen Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memperkuat pemberantasan peredaran narkoba. Ia menilai langkah penindakan yang dilakukan kepolisian menjadi sinyal penting bagi upaya melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Henry menegaskan, narkoba merupakan persoalan serius yang membutuhkan penegakan hukum konsisten, koordinasi lintas lembaga, serta keterlibatan masyarakat. Menurutnya, pemberantasan tidak boleh berhenti pada penindakan di tingkat pengguna, tetapi harus mampu menelusuri jaringan pemasok, bandar, hingga sindikat yang mengendalikan peredaran narkotika.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya langkah Kapolri Jenderal Suyudi. Baru dilantik langsung gebrak narkoba. Ini yang ditunggu masyarakat. Narkoba adalah musuh negara, musuh kita semua,” kata Henry dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Rabu (14/10/2026).
Pemberantasan Narkoba Harus Menyasar Jaringan Besar
Henry menilai pemberantasan narkoba membutuhkan strategi menyeluruh. Aparat penegak hukum perlu mengungkap rantai peredaran, menelusuri aliran dana, serta membongkar jaringan yang memasok narkotika ke berbagai wilayah.
Ia juga menyoroti penindakan di sejumlah kawasan yang dikenal dalam pemberitaan terkait peredaran narkotika, termasuk Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah, Jakarta Barat.
Menurut Henry, penegakan hukum perlu berlangsung secara konsisten agar tidak sekadar menghasilkan penindakan sesaat. Langkah tersebut harus disertai pengawasan, pencegahan, dan evaluasi untuk menekan kemungkinan jaringan peredaran kembali beroperasi.
Di sisi lain, penanganan perkara harus tetap berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku. Pembedaan peran antara pengguna, kurir, pengedar, dan bandar juga penting agar penegakan hukum berjalan proporsional sesuai fakta setiap perkara.
Sinergi Polri, BNN, dan Masyarakat Diperlukan
Henry menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan kepada kepolisian semata. Kolaborasi antara Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kejaksaan, Bea Cukai, serta instansi terkait diperlukan untuk mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika.
Kerja sama tersebut, menurutnya, perlu mencakup pertukaran informasi, pengawasan jalur masuk narkotika, pengungkapan jaringan lintas wilayah, dan penelusuran sumber pasokan dari luar negeri.
Ia juga mendorong agar upaya penegakan hukum berjalan beriringan dengan pencegahan yang melibatkan masyarakat.
“Agar langkah penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan pencegahan,” ujarnya.
Pencegahan memiliki peran penting karena ancaman narkoba tidak hanya berkaitan dengan tindak pidana, tetapi juga menyangkut kesehatan, ketahanan keluarga, pendidikan, dan masa depan generasi muda.
Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu diperluas melalui sekolah, organisasi kepemudaan, lingkungan keluarga, dan komunitas masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong masyarakat berani melaporkan dugaan peredaran narkoba melalui saluran resmi.
BAPERA Siap Dukung Edukasi Bahaya Narkoba
Dalam pernyataannya, Henry menyampaikan kesiapan Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) untuk menjadi mitra Polri dalam menyosialisasikan bahaya narkoba kepada kalangan pemuda.
Keterlibatan organisasi kepemudaan dinilai dapat membantu memperluas jangkauan edukasi, terutama di lingkungan yang membutuhkan penguatan pemahaman tentang risiko penyalahgunaan narkotika.
Henry mengingatkan bahwa dampak narkoba dapat meluas dari individu hingga keluarga dan lingkungan sosial.
“Narkoba menghancurkan masa depan anak bangsa. Satu orang kena narkoba, satu keluarga hancur. Kalau satu generasi hancur, negara bisa hancur. Jadi apa yang dilakukan Jenderal Suyudi ini adalah menyelamatkan masa depan Indonesia,” tegas Henry.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya perlindungan generasi muda melalui kombinasi penegakan hukum, pendidikan, pendampingan, dan dukungan keluarga.
Selain mencegah peredaran, masyarakat juga perlu memahami bahwa orang yang mengalami ketergantungan narkotika dapat membutuhkan penanganan medis dan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku. Pendekatan yang tepat membantu membedakan kebutuhan pemulihan dari tindakan penegakan hukum terhadap jaringan peredaran gelap.
Profesionalisme Polri dan Kepercayaan Publik
Henry berharap komitmen pemberantasan narkoba terus berjalan seiring dengan peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, konsistensi penegakan hukum dan keterbukaan terhadap pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui kerja sama berkelanjutan antara kepolisian, organisasi kepemudaan, keluarga, dan berbagai elemen masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat penindakan terhadap jaringan narkotika, tetapi juga membangun lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.
Pemberantasan narkoba membutuhkan komitmen jangka panjang. Keberhasilannya tidak cukup diukur dari jumlah penangkapan, tetapi juga dari kemampuan mengungkap jaringan pemasok, mencegah peredaran berulang, memperkuat pencegahan, serta memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan yang profesional.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi






