Tiyuh Gunung Katun Tanjungan Gaspol Kembangkan Ketahanan Pangan 2025 Lewat Ternak Puyuh & UMKM Kopi
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
- print Cetak

TUBABA, INC MEDIA — Pemerintah Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, terus berinovasi dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. Memasuki tahun 2025, mereka kembali menggelontorkan 20% dari Dana Desa (sekitar Rp180 juta) untuk pengembangan sektor pangan yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMTi).
Kepala Tiyuh, Laily, menegaskan bahwa anggaran tersebut tidak digunakan untuk pembangunan fisik, melainkan khusus dialokasikan demi memperkuat sektor pangan.
“Tahun ini kami fokuskan anggaran ketahanan pangan ke BUMTi agar semakin berkembang dan mandiri,” ujar Laily.
BUMTi Tiyuh Gunung Katun Tanjungan kini memprioritaskan pengembangan peternakan burung puyuh petelur. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Tiyuh (PAT) secara berkelanjutan.
BACA JUGA :https://incmedia.site/kapolda-lampung-tinjau-kesiapan-psu-pesawaran-dorong-koordinasi-dan-pengamanan-ketat-hingga-kepulauan/
Tak hanya itu, BUMTi juga menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM lokal dalam produksi bubuk kopi. Skema yang digunakan adalah sistem bagi hasil 40% untuk pengelola dan 60% untuk BUMTi, memberikan win-win solution yang mendukung pertumbuhan ekonomi desa dan UMKM secara bersamaan.
“Selain burung puyuh, kami juga dorong kerja sama dengan pengusaha kopi lokal. Ini cara kami memperkuat ekonomi desa dari sektor riil,” jelas Laily.
Dalam hal pelayanan publik, Laily memastikan bahwa Pemerintah Tiyuh tetap memberikan layanan prima setiap hari kerja, dari Senin hingga Jumat. Ia juga berharap agar inisiatif yang dilakukan mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten maupun stakeholder lainnya.
Dengan strategi ini, Tiyuh Gunung Katun Tanjungan menargetkan peningkatan kemandirian desa dan kesejahteraan warga secara merata.
“Kami ingin Tiyuh ini bisa tumbuh lewat potensi lokal, bukan hanya mengandalkan bantuan,” tutup Laily.
(Wawan)
- Penulis: Haris Efendi



