Pekon Sukorejo Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Lewat Dana Desa 2024-2025
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
- print Cetak

Pringsewu (incmedia.site) – Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, dikenal sebagai pekon agraris dengan jumlah penduduk 3.001 jiwa. Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian, menjadikan profesi petani sebagai mata pencaharian utama.
Selama menjabat sebagai pejabat sementara (Pj) Pekon Sukorejo, Sunoto, S.E. telah menunjukkan komitmen dan kerja keras dalam mewujudkan visi Pekon Sukorejo yang mandiri. Berbagai program pembangunan yang telah dijalankan berfokus pada peningkatan infrastruktur, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat setempat.
BACA JUGA : Pekan Sukorejo Pringsewu Siapkan Pembangunan 2025 Berdasarkan Hasil Musyawarah Dusun
Salah satu prioritas penggunaan Dana Desa (DD) pada tahun anggaran 2024 dan 2025 adalah pengembangan ketahanan pangan, baik nabati maupun hewani. Pemerintah Pekon Sukorejo melaksanakan program pembangunan talud penahan tanah (TPT) di jalan usaha tani serta pengerasan jalan usaha tani.
Sunoto menjelaskan bahwa program ketahanan pangan ini bertujuan untuk mengatasi masalah sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama generasi muda. Sebagai langkah konkret, mereka memberikan bantuan hewan ternak berupa sembilan ekor kambing jenis gembel beserta kandangnya kepada kelompok Karang Taruna di Dusun Sidomulyo Timur.
“Tujuan dari pemberian bantuan hewan ternak ini adalah untuk membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga, khususnya anak muda yang tergabung dalam kelompok Karang Taruna. Hewan ternak ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi mereka,” ujar Sunoto dalam wawancara pada Rabu, 19 Februari 2025.
BACA JUGA : Strategi Cerdas Pekon Lugu Sari: Pemanfaatan Anggaran Desa untuk Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat
Program pemberian hewan ternak ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah Pekon terhadap masyarakat setempat. Sunoto berharap ini dapat membangkitkan semangat anak-anak muda agar lebih mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
Selain itu, Sunoto juga mengungkapkan bahwa dengan alokasi Dana Desa 2024, mereka membangun rumah tanaman anggur (greenhouse) yang dikelola oleh kelompok wanita tani (KWT) di Dusun 5, dengan anggota sebanyak 10 orang. Tanaman anggur ini diharapkan dapat berkembang dan dikelola oleh kelompok KWT lainnya di Pekon Sukorejo, dengan pendampingan hingga masa panen.
Download INC Media di Google play store dan nikmati update berita Setiap hari melalui smartphone Anda
Pemerintah Pekon Sukorejo juga telah melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pekon. Sunoto mengungkapkan bahwa pelatihan ini dilakukan dengan narasumber dari pemerintah kabupaten dan inspektorat untuk meningkatkan kinerja pemerintah pekon.
Sunoto berharap pembangunan yang menggunakan Dana Desa 2024 dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat, serta dijaga agar tidak disalahgunakan.
Untuk tahun 2025, Pemerintah Pekon Sukorejo kembali memprioritaskan program ketahanan pangan dan pertanian. Menurut Kepala Urusan Perencanaan Pekon Sukorejo, Anis Mamluatum Nikmah, S.Pd, program ini didasarkan pada aspirasi warga yang telah disampaikan melalui Musrenbang Kecamatan.
Beberapa kegiatan yang akan direalisasikan pada tahun 2025 ini antara lain pembangunan talud penahan tanah (TPT) tipe 100 dengan panjang 50 meter di Dusun Suko Maju, pembangunan TPT jalan usaha tani sepanjang 400 meter, serta pengerasan jalan usaha tani sepanjang 400 meter di Dusun Sukorejo Hilir dan Sukorejo Tengah. Selain itu, juga akan dibangun sumur bor dan gorong-gorong tipe 60 di Dusun Sukorejo Hilir untuk mengatasi kesulitan akses air bersih.
“Kami juga akan membangun TPT tipe 50 sepanjang 300 meter di Dusun 5 Sidomulyo Timur, serta drainase dan pengerasan jalan sepanjang 300 meter di Dusun 6 Sidomulyo Barat,” kata Anis.
Anis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Sunoto, yang telah memberikan motivasi dalam penyusunan dan perencanaan program ketahanan pangan dan pertanian ini hingga berhasil dilaksanakan tanpa kendala.
(Doni)
- Penulis: Redaksi




