Sertijab Kapolri: Lima Jabatan Strategis Polri Berganti, Irwasum dan Empat Kapolda Resmi Diserahterimakan
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 53 menit yang lalu
- print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA — Sertijab Kapolri menjadi bagian dari langkah penyegaran organisasi Polri melalui pergantian lima jabatan strategis, yakni Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri dan empat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Upacara serah terima jabatan tersebut berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Pergantian jabatan ini mencakup posisi penting di tingkat pusat dan daerah. Selain memperkuat tata kelola internal, rotasi tersebut diharapkan mendorong peningkatan kinerja kepolisian serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sertijab Kapolri: Lima Jabatan Strategis Berganti
Lima jabatan yang diserahterimakan meliputi Irwasum Polri, Kapolda Metro Jaya, Kapolda Maluku, Kapolda Jawa Timur, dan Kapolda Bali.
Dalam rangkaian sertijab tersebut, Komjen Pol. Wahyu Widada menyerahkan jabatan Irwasum Polri kepada Komjen Pol. Asep Edi Suheri. Selanjutnya, posisi Kapolda Metro Jaya yang sebelumnya dijabat Asep Edi Suheri diserahterimakan kepada Komjen Pol. Dadang Hartanto.
Setelah pergantian tersebut, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan menerima amanah sebagai Kapolda Maluku.
Sementara itu, jabatan Kapolda Jawa Timur beralih dari Irjen Pol. Nanang Avianto kepada Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono. Adapun jabatan Kapolda Bali diserahterimakan dari Irjen Pol. Daniel Adityajaya kepada Irjen Pol. Pasma Royce.
Pergantian ini menempatkan sejumlah perwira tinggi Polri pada tanggung jawab baru. Setiap pejabat diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai kewenangan, menjaga stabilitas keamanan, dan meningkatkan profesionalisme institusi.
Polri Tekankan Meritokrasi dan Integritas
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel.
Menurutnya, penempatan pejabat mempertimbangkan prinsip meritokrasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Seluruh pertimbangan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan organisasi agar setiap jabatan diisi personel yang tepat.
Johnny juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian mereka selama menjalankan tugas. Kontribusi tersebut dinilai berperan dalam menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas serta mendukung peningkatan kinerja Polri.
“Pergantian jabatan merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi melalui penempatan personel sesuai kompetensi, kapabilitas, dan integritasnya. Kami juga mengapresiasi pengabdian pejabat lama yang telah memberikan kontribusi bagi institusi. Setiap amanah jabatan diharapkan dapat dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pergantian pejabat tidak sekadar menjadi agenda administratif. Rotasi juga menjadi momentum bagi institusi untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas, memperkuat pengawasan, dan memastikan tanggung jawab kepolisian berjalan secara profesional.
Sertijab Kapolri Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Publik
Johnny menambahkan, Kapolri berharap para pejabat yang menerima amanah baru segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tanggung jawab masing-masing.
Para pejabat juga diminta melanjutkan program yang telah berjalan serta meningkatkan kinerja sesuai kebutuhan organisasi. Langkah tersebut penting agar pergantian kepemimpinan tidak menghambat pelayanan maupun pelaksanaan tugas kepolisian.
Di sisi lain, tantangan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan penegakan hukum. Polri juga dituntut membangun komunikasi yang baik, merespons pengaduan masyarakat, serta memberikan pelayanan secara adil dan transparan.
Karena itu, keberhasilan pergantian jabatan perlu tercermin melalui hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat. Profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas harus menjadi prinsip dalam menjalankan setiap kewenangan.
Polri Dorong Kedekatan dengan Masyarakat
Johnny menegaskan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian harus senantiasa mengedepankan kedekatan dengan masyarakat. Prinsip tersebut sejalan dengan semangat Polri melalui tagline “Polisi Bersama Masyarakat.”
Melalui kepemimpinan baru di sejumlah posisi strategis, para pejabat diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, mutasi dan rotasi jabatan akan memiliki arti penting apabila diikuti peningkatan kualitas pengawasan, pelayanan, dan penegakan hukum. Masyarakat membutuhkan institusi kepolisian yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga konsisten dalam menjaga integritas dan memenuhi tanggung jawabnya kepada publik.
INC MEDIA | Tegas, Objektif dan Terpercaya
By. Helmy
- Penulis: Haris Efendi





