Sertijab Kapolda 2026, Kapolri Pimpin Pergantian Kakorlantas dan Tiga Kapolda
- account_circle Redaksi
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA — Sertijab Kapolda 2026 menjadi bagian dari langkah pembinaan organisasi Polri untuk menjaga efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian. Kapolri memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri dan tiga kepala kepolisian daerah (Kapolda) di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Upacara tersebut mencakup pergantian satu pejabat utama Mabes Polri dan tiga Kapolda, yakni Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Kalimantan Utara, serta Kapolda Lampung.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi. Langkah ini juga bertujuan menjaga kinerja institusi agar tetap efektif dalam menghadapi dinamika tugas dan tantangan di lapangan.
“Setiap pergantian jabatan membawa tanggung jawab dan tantangan tersendiri. Pejabat yang menerima amanah baru diharapkan mampu membaca kebutuhan organisasi, memahami karakteristik tugas dan wilayahnya, serta mengambil langkah yang tepat untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Sertijab Kapolda 2026, Ini Daftar Pejabat yang Berganti
Dalam upacara tersebut, Polri melaksanakan pergantian empat jabatan strategis. Berikut daftar pejabat lama dan pejabat baru berdasarkan keterangan yang disampaikan:
- Kakorlantas Polri: Irjen Pol. Wibowo menyerahkan jabatan kepada Brigjen Pol. Dr. Aries Syahbudin.
- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung: Irjen Pol. Viktor Theodorus Sihombing menyerahkan jabatan kepada Irjen Pol. Agus Wijayanto.
- Kapolda Kalimantan Utara: Irjen Pol. Agus Wijayanto menyerahkan jabatan kepada Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik.
- Kapolda Lampung: Irjen Pol. Helfi Assegaf menyerahkan jabatan kepada Brigjen Pol. Yustan Alpiani.
Pergantian tersebut menempatkan pejabat baru pada posisi yang memiliki tanggung jawab penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Kakorlantas berperan dalam penyelenggaraan fungsi lalu lintas di tingkat nasional, sedangkan Kapolda memimpin pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah masing-masing.
Khusus di Lampung, pergantian pimpinan Polda menjadi perhatian masyarakat karena jajaran kepolisian daerah memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolri Harapkan Pejabat Baru Segera Beradaptasi
Johnny menegaskan, pergantian pejabat tidak boleh mengganggu kesinambungan pelaksanaan tugas. Para pejabat baru diharapkan segera memahami kondisi organisasi, memetakan persoalan di wilayah tugas, dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut dia, kemampuan membaca kebutuhan organisasi dan karakteristik wilayah menjadi faktor penting dalam menentukan langkah kerja yang tepat.
Polri juga mengharapkan para pejabat baru memperkuat koordinasi internal maupun eksternal. Dengan demikian, pelaksanaan tugas kepolisian dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan dinamika keamanan di masing-masing wilayah.
Selain itu, profesionalisme dan tanggung jawab harus menjadi landasan dalam menjalankan amanah jabatan. Orientasi kerja perlu diarahkan pada hasil nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
Polri Apresiasi Pengabdian Pejabat Lama
Dalam kesempatan tersebut, Johnny menyampaikan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas.
Ia menilai pengalaman serta hasil kerja yang telah dibangun para pejabat sebelumnya menjadi bagian dari kesinambungan organisasi. Pejabat baru diharapkan dapat mempertahankan capaian positif sekaligus mengevaluasi aspek yang masih membutuhkan perbaikan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pejabat lama atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan. Apa yang sudah dikerjakan menjadi fondasi bagi pejabat selanjutnya untuk melanjutkan hal-hal positif, melakukan evaluasi, dan menghadirkan peningkatan kinerja sesuai kebutuhan organisasi,” katanya.
Apresiasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Pergantian pimpinan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kinerja tanpa mengabaikan program dan tanggung jawab yang masih berjalan.
Sertijab Kapolda 2026 dan Tantangan Pelayanan Publik
Polri menegaskan bahwa setiap pejabat harus menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan bertanggung jawab. Arahan tersebut menempatkan kepentingan masyarakat sebagai salah satu pertimbangan utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Setiap amanah jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. Kami berharap para pejabat yang baru dapat segera bekerja, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” tutup Johnny.
Keberhasilan pergantian jabatan pada akhirnya perlu terlihat dari kesinambungan program, efektivitas koordinasi, kepastian pelayanan, serta respons kepolisian terhadap persoalan masyarakat.
Bagi jajaran Polda Lampung, kepemimpinan baru juga menghadirkan tanggung jawab untuk menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Masyarakat akan menaruh perhatian pada bagaimana kebijakan dan program kepolisian diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan.
Dengan pergantian empat pejabat strategis tersebut, Polri berharap kesinambungan organisasi tetap terjaga dan pelaksanaan tugas kepolisian semakin efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi






