Pesawaran, INC Media — Pengerjaan proyek Rehabilitasi gedung Kantor induk Museum ketransmigrasian Lampung,di duga pihak rekanan Kurangi Volume pekerjaan atau di indikasi “Mark’up“.
Pasalnya, dari informasi yang di dapat proyek Rehabilitasi gedung Kantor induk Museum ketransmigrasian Lampung yang berada di Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Pesawaran Lampung dikerja kan oleh CV. Cipta Gupit Mandiri, Dengan Pagu anggaran APBD Tahun 2024 dengan nilai Rp. 1.859.200.000 di bawah naungan Dinas Perumahan,Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung.

Berdasarkan informasi yang di peroleh media ini, pekerjaan yang di lakukan pihak rekanan di indikasi tidak sesuai Bestek atau Rencana anggaran pelaksanaan (RAP).
“Tiang utama bangunan tersebut tidak mengunakan cakar ayam kak, Dan juga Slup besi tidak mengunakan besi stek, pondasi yg di siringan itu gk di gali, itu kak cuma lebar atas nya aja bawahnya lobang siring itu,” Ujar sumber seraya meminta namanya tidak dipublikasikan, Jum’at (22/11/2024).
Ia juga menyebut bahwa kedalaman galian septic tank dan jarak anyaman besi tidak sesuai.
“Terus Galian lubang Septic tank itu, harusnya 150 kak, itu cuma ada 110 dan tanyakan jarak besi nya berapa, cuma kalo dia jawabnya 10cm brani bongkar kak karna besinya juga jarak nya jarang kak,” katanya.
BACA JUGA : Kapolri Akan tindak tegas Pelaku Polisi Tembak Polisi dipolres Solok Selatan
Lebih lanjut dia menjelaskan,selain Kedalaman pondasi di duga tidak sesuai Bestek, pihak rekanan juga tidak menerapkan safety officer kepada para pekerja,dan terlihat saat di lokasi para pekerja tidak menggunakan Alat pelindung diri (APD) yang fungsinya untuk melindungi pekerja dari risiko cedera dan penyakit akibat lingkungan kerja yang berbahaya.
“pekerja tidak menggunakan safety kak, Coba dilihat langsung ke lokasi kak, tidak ada satu orang pun mengunakan Safety,hal tersebut jelas melanggar peraturan tentang keselamatan kerja,”pungkas nya.
Sementara itu, saat di konfirmasi penanggung jawab Proyek Jhoni membantah tuduhan itu, menurutnya pekerjaan yang di lakukan sudah sesuai dengan gambar atau Bestek.
“Tidak ada itu di RAP tidak ada itu, tidak ada itu cakar ayam di gambar. Gak, makanya itu saya bilang laporan itu harus sinkron minimal ada konsultan,” ujarnya.
Lebih lanjut Jhoni yang mengaku warga Kota bumi Lampung utara ini meminta agar setiap informasi terkait pekerjaan proyek yang di awasi tidak di telan mentah-mentah, menurut nya pekerjaan tersebut harus selesai pada 15 Desember.
“Ya, makanya saya males kalo denger informasi kita gak jalan kerjaan ini, Karena ini pertengahan bulan 12 harus kelar, jadi kalo kita selalu di dengerin informasi,Insya Allah Pesawaran susah ngebangunnya,”kilahnya
Dirinya menyarankan jika masyarakat yang ingin mencari-cari kesalahan dalam pengerjaan proyek Rehabilitasi gedung Kantor induk Museum ketransmigrasian Lampung,lebih baik langsung ke konsultan atau pihak terkait.
“Artinya klo kita selalu di gojlok terus vacum kita gak kerja bisa, makannya saya bilang lebih bagus klo mereka mau cari data atau informasi langsung aja ke konsultan atau ke perkim,”Terangnya.
” Oh infonya tidak sesuai, ah makanya saya bilang liat aja sendiri Cet nya lihat tuh, cet nya Jotun, Jotun bukan cet cet murah,dan di awasi kepala museum langsung ibu Hana,”Pungkasnya.
Berdasarkan informasi tersebut, maka dalam waktu dekat media ini akan mengkonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.(Febri)












