Dipecat, Bukan Mundur: Anggun Saputra Klarifikasi Isu Pengunduran Diri
Pesawaran, INC MEDIA — Pemecatan Anggun Saputra dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran memicu gelombang pertanyaan di kalangan internal pemerintahan dan masyarakat. Sebab, proses pemberhentiannya dinilai mendadak dan beraroma politis, terlebih setelah Pilkada 2024 yang memperlihatkan kontestasi sengit.

Sebelumnya, ramai beredar kabar bahwa Anggun mengundurkan diri secara sukarela demi menjaga stabilitas politik daerah. Namun, klarifikasi Anggun justru membantah narasi tersebut.
“Ya, saya dinonjobkan, diberhentikan sebagai Kadis Pariwisata, bukan mengundurkan diri. Alasan yang disampaikan karena saya tidak mencapai target PAD,” kata Anggun saat dikonfirmasi, Jumat (4/7/2025).
BACA JUGA : Tenaga Ahli Pemprov Lampung Sedot Rp18 Miliar APBD, Mirip Investasi Bodong
Belum Terima Hasil Audit Inspektorat
Menariknya, Anggun juga menyebut belum menerima hasil audit atau rekomendasi dari Inspektorat Kabupaten Pesawaran, yang dijadikan dasar dalam SK pemberhentiannya.
“Sampai malam ini saya belum menerima surat rekomendasi hasil audit inspektorat pada poin a dan b yang tercantum dalam SK pemberhentian. Belum ada juga dokumen LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) yang saya terima secara resmi,” tegas Anggun.
Anggun Saputra, pejabat berdarah asli Pesawaran (pribumi) yang dikenal tenang dan jauh dari intrik politik, kini justru terseret dalam dinamika kekuasaan. Ia merupakan putra dari (Alm.) Amrulloh, tokoh birokrasi yang dulu menjabat Kadis Pasar Pesawaran.
BACA JUGA : Tekab 308 Padang Cermin Tangkap Pelaku Curat di Pesawaran
Keputusan Bupati Didukung Audit, Tapi Dinilai Sarat Kepentingan
Dalam dokumen resmi Surat Keputusan Bupati Pesawaran Nomor 332/V.04/HK/2025, pemecatan Anggun merujuk pada tiga poin utama:
• Hasil inspeksi mendadak (Sidak) Inspektorat Kabupaten Pesawaran.
• Berita acara rapat tim penilai kinerja PNS tertanggal 2 Juli 2025.
• Audit khusus terkait tidak tercapainya target PAD di Dinas Pariwisata.
Meski dasar hukum cukup kuat secara administratif, sejumlah sumber menyebut bahwa alasan pencopotan ini terkesan diduga hanya sebagai formalitas. Ada kecurigaan bahwa pemecatan Anggun diduga berhubungan dengan posisinya yang sempat dikaitkan dengan salah satu paslon bupati Pesawaran.
Masyarakat Pertanyakan Motif di Balik Pemberhentian
Hingga kini, Pemkab Pesawaran belum mengumumkan siapa pengganti definitif Anggun Saputra. Sementara itu, beberapa tokoh muda dan pelaku wisata lokal menyayangkan keputusan ini.
“Selama ini beliau dikenal aktif dan berkomitmen dalam mendorong destinasi lokal seperti Pantai Klara, Pahawang, dan festival budaya. Sayang kalau pencopotannya bukan karena kinerja, tapi tarik-menarik politik,” ujar salah satu tokoh pemuda di Pesawaran.
Kinerja Anggun memang cukup mendapat sorotan positif. Di bawah kepemimpinannya, sektor pariwisata Pesawaran mulai dikenal di tingkat nasional bahkan mancanegara.
Kini, publik menanti apakah pemberhentian ini akan mengganggu keberlanjutan program-program strategis di sektor pariwisata, atau justru mengungkap dinamika politik lokal yang selama ini tak terlihat di permukaan.
(Red/feb)











