Kapolres Kuningan Turun Langsung Pantau Pemadaman Karhutla di Kawasan TNGC
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

KUNINGAN, INC MEDIA — Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., turun langsung meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Langkah ini dilakukan untuk memastikan upaya pemadaman berjalan optimal sekaligus mencegah api meluas dan merusak kawasan konservasi.
Di tengah kepulan asap dan hamparan semak belukar yang terbakar, Kapolres bersama personel kepolisian dan tim gabungan menyisir sejumlah titik rawan kebakaran. Peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari pemantauan kondisi lapangan dan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), polisi kehutanan (Polhut), Manggala Agni, serta masyarakat peduli api. Kolaborasi lintas instansi diperlukan untuk memperkuat penanganan, terutama di medan yang sulit dijangkau.
Kapolres Kuningan Pantau Langsung Penanganan Karhutla
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di lokasi kebakaran merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana sekaligus perlindungan kawasan konservasi Gunung Ciremai.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh personel gabungan bekerja secara efektif dalam mengendalikan titik api, sekaligus memastikan keselamatan petugas yang berjuang memadamkan api di medan yang cukup terjal ini,” ujar Kapolres Kuningan.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan koordinasi yang solid, pemantauan berkelanjutan, serta langkah antisipasi agar api tidak kembali muncul setelah proses pemadaman dilakukan.
Kondisi medan yang terjal menjadi salah satu tantangan bagi petugas. Karena itu, upaya pengendalian api harus tetap memperhatikan keselamatan personel yang bertugas di lapangan.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Cegah Api Meluas
Selain memantau pemadaman dari darat, Polres Kuningan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Koordinasi tersebut diarahkan untuk memantau perkembangan situasi, mengantisipasi titik api baru, dan mendukung langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing.
Kebakaran di kawasan konservasi menjadi perhatian karena dapat mengancam vegetasi, habitat satwa, serta keseimbangan ekosistem. Oleh sebab itu, upaya pemadaman perlu disertai pemantauan pascakebakaran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Namun, perkembangan luas area terdampak, penyebab kebakaran, serta kondisi terakhir titik api perlu dipastikan melalui keterangan resmi petugas di lapangan. Informasi tersebut penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang akurat mengenai penanganan karhutla di kawasan TNGC.
Masyarakat Diimbau Tidak Membakar Hutan dan Lahan
Polres Kuningan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan maupun lahan. Masyarakat yang melihat titik api atau menemukan aktivitas berpotensi memicu kebakaran diharapkan segera melapor kepada petugas berwenang.
Pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan risiko karhutla, terutama saat kondisi lingkungan mendukung api menyebar dengan cepat. Kepedulian masyarakat dan kepatuhan terhadap aturan juga diperlukan untuk menjaga kelestarian kawasan Gunung Ciremai.
Penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul. Pengawasan, edukasi, deteksi dini, dan kerja sama lintas instansi perlu berjalan beriringan agar kerusakan lingkungan dapat dicegah dan kawasan konservasi tetap terjaga.
Pewarta: Wahidin
- Penulis: Redaksi





