Pesawaran, INC MEDIA – Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Jumat siang (23/5/2025). Atap Gedung DPRD setempat ambrol tepat saat aktivitas kerja tengah berlangsung. Dalam video yang viral di media sosial, tampak puing-puing reruntuhan menimpa sejumlah ruangan, menghancurkan meja, kursi, dan perangkat kerja lainnya. Sementara dinding bangunan terlihat retak parah hingga sebagian roboh.

Peristiwa ini bukan sekadar insiden fisik. Ia memantik gelombang kritik dari berbagai pihak, terutama karena terjadi sehari sebelum pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2025 yang dijadwalkan pada Sabtu (24/5/2025).
BACA JUGA : Polda Lampung Periksa 270 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Bansos Beras di Lampung Tengah
Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M Nasir, membenarkan kejadian tersebut.
“Kejadiannya sekitar pukul 13.00 WIB. Kami masih menunggu hasil investigasi soal penyebab pasti, tapi memang kondisi gedung ini sudah lama mengkhawatirkan,” ujar Nasir.
Diketahui, gedung tersebut mulai digunakan sejak 2014 dan tak pernah mengalami renovasi besar. Nasir bahkan mengaku pernah mengusulkan efisiensi anggaran untuk dialihkan ke perbaikan gedung, namun hingga kini belum terealisasi.
“Kami minta pemkab segera turun tangan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan dan kelangsungan pelayanan publik,” tegas Nasir.
Menambah sorotan publik, Mualim Taher, salah satu tokoh pendiri Kabupaten Pesawaran yang hadir dilokasi kejadian turut menyuarakan kekecewaannya dalam sebuah video berdurasi 1 menit 32 detik. Dengan nada tegas, ia mengkritik keras pengelolaan anggaran daerah.
“Sepuluh tahun tidak pernah direhab, ini hancur. APBD kita Rp1,3 triliun, masa kantor seperti ini tidak direhab sepuluh tahun?” katanya sambil menunjuk pada atap gedung yang runtuh. Ia menilai, insiden ini mencerminkan ketidakseriusan dalam mengelola prioritas pembangunan daerah.
BACA JUGA : LAPOR PAK BUPATI! Anak SMP Hampir Gagal Ujian Gara-Gara Rp131 Ribu, Mimpi Anak Bangsa Tergadai Uang Seragam
Dalam video yang sama, terlihat Sekretaris DPRD Toto Sumedi mencoba menenangkan Mualim. Namun kritik itu sudah telanjur meluas di tengah keresahan warga menjelang PSU.
Hingga saat ini, aktivitas kantor DPRD Pesawaran untuk sementara dialihkan, sembari menunggu keputusan resmi terkait penanganan bangunan yang ambruk. Sementara publik menanti tidak hanya klarifikasi, tetapi juga tindakan nyata dari pemerintah daerah.
(Red)











