Gudang BBM Ilegal Terbakar di Tanjung Bintang, Warga Desak Aparat Turun Tangan
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 5 menit yang lalu
- print Cetak

Gudang BBM Ilegal Terbakar di Tanjung Bintang, Damkar Berjibaku Jinakkan Api
Lampung Selatan, INC MEDIA – Gudang BBM ilegal terbakar di wilayah Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik karena lokasi gudang berada di dekat permukiman warga dan hanya memiliki satu akses jalan keluar-masuk.
Hingga malam hari, tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan masih berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke bangunan lain.
Kebakaran terjadi di Jalan Serdang menuju Desa Merbau Mataram, Kecamatan Merbau Mataram, tidak jauh dari fly over Tol Trans Sumatera. Gudang berdinding tembok tinggi itu berdiri di area perkebunan, namun jaraknya relatif dekat dengan rumah warga serta ruko dan panglong kayu di sekitarnya. Keberadaannya juga disebut tidak jauh dari Mapolsek Tanjung Bintang.
Gudang BBM Ilegal Terbakar, Api Cepat Membesar
Kobaran api melalap bangunan gudang beserta sejumlah kendaraan yang terparkir di lokasi. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari jarak cukup jauh. Beberapa saksi mata mengaku mendengar suara letupan sebelum api membesar tak terkendali.
Warga sekitar panik. Mereka khawatir api merembet ke deretan ruko, rumah penduduk, hingga panglong kayu yang berada tepat di depan lokasi.
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, gudang tersebut diduga menyimpan dan mengelola BBM jenis solar dalam jumlah besar yang biasa disebut “cong”. Warga melaporkan kejadian itu saat api mulai membesar menjelang waktu berbuka puasa.
Seorang warga yang berada di lokasi menyebut kejadian serupa pernah terjadi di wilayah sekitar.
“Waktu itu pernah juga kebakaran hebat di gudang solar di Daton 9, pas tikungan itu mas, sampe apinya terlihat dari jarak yang jauh, warga sampe ketakutan tapi rame juga yang nonton,” ujarnya sambil tertawa.
Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran warga bahwa aktivitas penyimpanan BBM ilegal di kawasan tersebut bukan kali pertama memicu insiden berbahaya.
Damkar Akui Banyak BBM di Lokasi
Tim Damkar Kabupaten Lampung Selatan mengerahkan dua unit kendaraan pemadam untuk mengendalikan api. Namun proses pemadaman tidak berjalan mudah karena banyaknya material bahan bakar di dalam gudang.
Kabid Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, kebakaran masih berlangsung sampai saat ini,” katanya, Selasa (3/3/2026).
Ia juga mengakui banyaknya bahan bakar di lokasi.
“Iya (BBM) banyak,” tuturnya.
Rully meminta waktu untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Mohon waktu, tim masih bekerja untuk proses pemadaman. Nanti kami informasikan lebih lanjut jika proses pemadaman selesai,” tandasnya.
Dugaan Kepemilikan dan Desakan Investigasi Menyeluruh
Berdasarkan keterangan warga, gudang tersebut disebut milik seorang pria berinisial HK yang diduga merupakan oknum anggota TNI AL aktif. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun institusi terkait mengenai kepemilikan bangunan, legalitas usaha, maupun penyebab kebakaran.
Atas peristiwa gudang BBM ilegal terbakar ini, publik mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada pemadaman api semata. Aparat Kepolisian, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, serta institusi militer terkait diharapkan turun langsung ke lapangan melakukan investigasi menyeluruh dan transparan.
Masyarakat meminta penegakan hukum dilakukan secara profesional dan terbuka, termasuk mengusut kemungkinan adanya pembiaran terhadap aktivitas penyimpanan BBM ilegal di dekat permukiman padat penduduk.
Selain itu, pemerintah daerah diminta melakukan pendataan ulang terhadap gudang-gudang penyimpanan bahan berbahaya di wilayahnya guna mencegah potensi ledakan dan korban jiwa di masa mendatang.
Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa pengawasan terhadap distribusi dan penyimpanan BBM harus diperketat. Jika tidak, ancaman kebakaran dan ledakan sewaktu-waktu bisa mengintai keselamatan warga.| Red
- Penulis: Haris Efendi




