Gotong Royong Sukaratu Perbaiki Jalan Ambles di Dusun Tertasari, Warga Bergerak Tanpa Menunggu Pemerintah
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

PRINGSEWU, INC MEDIA — Gotong royong Sukaratu kembali menunjukkan kekuatan solidaritas masyarakat dalam membangun lingkungan. Warga Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, kompak memperbaiki jalan yang ambles di Dusun Tertasari Satu secara swadaya, Senin (9/3/2026).
Aksi bersama ini digerakkan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Bambang, yang mengajak warga untuk kembali menghidupkan semangat kebersamaan dan budaya gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat desa.
Warga Bergerak Perbaiki Jalan Ambles
Kerusakan jalan tersebut terjadi pada bagian gorong-gorong yang mengalami ambles di sisi kiri dan kanan. Kondisi itu dinilai berbahaya bagi pengguna jalan karena hanya menyisakan bagian tengah yang masih bisa dilalui kendaraan.
Melihat kondisi tersebut, warga bersama-sama membongkar bagian gorong-gorong yang rusak untuk kemudian diperbaiki secara gotong royong.
Bambang menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar sekaligus upaya menjaga keselamatan pengguna jalan.
“Saya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi, bangkitkan kembali jiwa gotong royong, berbuatlah sekecil apa pun buat kebersamaan, bangkitkan lagi jiwa kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Bambang, semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijaga dan tidak selalu bergantung pada pemerintah dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat.
“Jangan sedikit-sedikit pemerintah. Jaman dulu dengan jumlah penduduk sedikit bisa, apalagi sekarang seharusnya lebih mudah dikarenakan jumlah penduduk yang meningkat (banyak/ramai),” tegasnya.
Gorong-Gorong Lama Jadi Penyebab Ambles
Sementara itu, warga lainnya, Supri Agus, menjelaskan bahwa kerusakan gorong-gorong tersebut memang sudah lama terjadi karena konstruksi bangunan yang sudah tua.
Ia menyebut gorong-gorong tersebut sebelumnya dibangun menggunakan material batu bata, bukan batu kali, sehingga kekuatannya tidak lagi mampu menahan beban kendaraan yang melintas.
“Gorong-gorong ini amblas di sisi kiri dan kanannya yang menyisakan titik tengah, jadi terpaksa kami bongkar guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Menurut Supri Agus, jalan tersebut memiliki peran penting karena menjadi jalur penghubung antara Pekon Sukaratu dan Pekon Lugusari.
Warga Berharap Perbaikan Selesai Sebelum Idulfitri
Warga berharap perbaikan gorong-gorong dapat segera diselesaikan sebelum Hari Raya Idulfitri agar akses masyarakat tetap aman dan lancar, terutama saat mobilitas meningkat menjelang hari besar keagamaan.
“Bangunan ini memanglah bangunan lama yang menggunakan material batu bata bukan menggunakan batu, jadi wajar jika amblas. Saya berharap agar gorong-gorong jadi sebelum hari raya Idulfitri dikarenakan ini adalah jalur penghubung Pekon Lugusari dengan Pekon Sukaratu (jalan kabupaten),” tutupnya.
Aksi gotong royong ini sekaligus menjadi bukti bahwa kekuatan masyarakat desa masih sangat kuat dalam menjaga dan membangun lingkungannya. Ketika kepedulian sosial tumbuh, persoalan yang ada pun dapat diatasi bersama tanpa harus selalu menunggu bantuan dari luar. (Doni)
- Penulis: Haris Efendi




