Bandar Lampung (incmedia.site) — Kericuhan yang terjadi di Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Pada Minggu (2/3/2025), ratusan orang yang diduga preman asal Ambon mendatangi kampus tersebut atas perintah Rusli Bintang, pendiri Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung. Kedatangan massa ini terkait dengan konflik pribadi Rusli Bintang dengan istri pertama dan anak-anaknya, yang berujung pada upaya penguasaan kampus.

Foto Dok INC Media : Agen PPOB murah, mudah dan Aman, Download INC Pay di Google Play Store Anda

Namun, situasi semakin memanas dan memicu keresahan warga setempat. Rusli Bintang, melalui video singkat berdurasi 1 menit 25 detik yang disebarkan pada Rabu (5/3/2025), meminta maaf kepada masyarakat Lampung atas kejadian tersebut. Dalam video tersebut, Rusli menjelaskan bahwa ia mengirimkan orang timur untuk mengeluarkan orang timur lainnya yang berada di kampus, dengan alasan agar tidak ada potensi adu domba antar masyarakat Lampung dan untuk menghindari konflik SARA.

“Saya tidak ingin melibatkan orang Lampung, karena itu bisa menyebabkan konflik. Saya membawa orang timur untuk mengeluarkan orang timur di kampus,” ujarnya. 

BACA JUGA: 200 Preman dari Ambon ke Universitas Malahayati Picu Ketegangan di Bandar Lampung

Rusli menambahkan bahwa ia tidak ingin ada keturunannya terlibat dalam masalah di lembaga pendidikan tersebut, dan berharap masyarakat Lampung dapat membantu menyelesaikan masalah ini secara damai.

Sebelumnya Kampus Universitas Malahayati,kedatangan tiga bus yang membawa sekitar 200 orang dari Ambon ke Universitas Malahayati pada 2 Maret 2025 dan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Pihak kepolisian, yang dipimpin oleh Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, langsung turun ke lokasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Polisi juga mengupayakan mediasi antara kedua pihak yang terlibat.

BACA JUGA : Rombongan Massa dari Jakarta Datangi Kampus Malahayati, Polisi Imbau Penyelesaian Damai

Kapolresta dan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengimbau agar semua pihak tetap tenang dan mengutamakan jalur hukum dalam menyelesaikan sengketa ini. Polda Lampung juga memastikan bahwa mereka akan terus memantau situasi di kampus dan menjaga agar aktivitas akademik tidak terganggu.

Keamanan dan ketertiban di wilayah ini menjadi prioritas, dengan harapan penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan cara yang damai dan sesuai aturan yang berlaku.(*)