Pesawaran, INC MEDIA — Sebuah aksi kemanusiaan menggugah hati dilakukan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Peduli Hukum Lampung bersama GRIB JAYA Kabupaten Pesawaran. Kedua organisasi ini turun langsung ke Dusun Pemindangan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Senin (14/4/2025), untuk mengunjungi rumah Pak Budi yang viral karena kondisinya yang nyaris roboh.

Foto Dok. INC MEDIA: Download INC PAY di google play untuk kemudahan transaksi Anda

Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan. Di balik langkah kaki mereka, terselip kepedulian dan aksi nyata. Agenda utamanya: memberikan bantuan kepada Pak Budi dan mengangkat kembali suara warga kecil yang selama ini nyaris tak terdengar.

“Kami berkolaborasi sebagai bentuk keprihatinan, agar pemerintah provinsi dan khususnya pemerintah Kabupaten Pesawaran lebih peduli terhadap kondisi warga seperti Pak Budi ini,” ujar H. Heri Farukh, Ketua Dewan Pembina LSM Peduli Hukum Lampung.

BACA JUGAMiris! Rumah Warga di Pesisir Pesawaran Miring dan Terancam Ambruk, Bantuan Dinanti

Kondisi rumah Pak Budi sangat memprihatinkan: kayu-kayu lapuk, tiang penyangga miring, dan atap bocor yang tak lagi mampu melindungi dari hujan dan angin. Warga sekitar pun khawatir, rumah itu bisa roboh kapan saja dan memakan korban jiwa.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama GRIB JAYA pesawaran sampai di lokasi. Bisa dilihat sendiri, rumah ini sangat tidak layak huni, miring dan hampir ambruk,” lanjut Farukh.

BACA JUGA : Ponpes Darussalamah Gelar Haul Ke VII KH. Ahmad Shodiq Cek Tanggalnya

Dalam kunjungan itu, rombongan LSM Peduli Hukum dan GRIB JAYA juga menyerahkan bantuan uang tunai kepada Pak Budi. Momen haru tak terelakkan. Dengan tangan gemetar dan mata berkaca-kaca, Pak Budi menerima bantuan tersebut—seolah tak percaya masih ada yang peduli.

Sebelumnya, kondisi rumah Pak Budi sudah banyak diberitakan media online. Namun, hingga kini, belum ada tindakan nyata dari pemerintah desa maupun kabupaten. Bahkan, upaya koordinasi yang dilakukan oleh pihak LSM untuk bertemu kepala desa pun belum membuahkan hasil.

“Kami sudah dua kali turun ke lokasi, dan bahkan mencoba menghubungi Bupati Pesawaran. Tapi belum ada respons yang nyata. Ini sangat kami sesalkan,” ucap Farukh dengan nada kecewa.

Warga sekitar pun berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta rumah Pak Budi diperbaiki sebelum musibah benar-benar terjadi.

“Kami hanya ingin hidup aman. Pak Budi dan keluarganya butuh rumah yang layak, bukan sekadar tempat berteduh yang mengancam keselamatan,” ujar seorang warga.

Kini, harapan kembali menyala. Aksi dua organisasi ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, namun bermakna besar. Semoga ini menjadi pemicu kepedulian lebih luas dari semua pihak—khususnya pemerintah—untuk menjamin hak dasar setiap warga: tempat tinggal yang layak dan aman.

(Red)